Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Soal Anak Eks ISIS, Mahfud: Percayakan pada Pemerintah

Selasa 25 Feb 2020 20:07 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Mahfud MD.

Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Mahfud MD.

Foto: Thoudy Badai_Republika
Setiap perkembangan hasil identifikasi anak-anak eks ISIS perlu dirahasiakan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta untuk mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah terkait penanganan anak-anak eks WNI yang terindikasi ISIS yang rencananya akan dipulangkan. "Soal anak-anak, kan diputuskan anak-anak di bawah 10 tahun. Ini sekarang sudah mulai diidentifikasi," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut dia, setiap perkembangan hasil identifikasi tersebut perlu dirahasiakan mempertimbangkan kondisi anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun tersebut. "Nanti anak-anak kecil didatangi lagi ke rumahnya, malah tambah stres dia," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Ia memastikan pemerintah sudah mempersiapkan upaya penanganan yang terbaik terhadap anak-anak eks WNI sekembalinya ke Indonesia. "Jadi, percayakan saja ke negara, dirawat di mana, dan sebagainya. Negara itu sudah menyiapkan segalanya," tegas Mahfud.

Baca Juga

Bahkan, kata dia, pemerintah juga telah menyiapkan antisipasi kemungkinan adanya eks WNI terindikasi ISIS ataupun orang tidak bertanggung jawab yang masuk ke Indonesia. "Mengaku paspornya dibakar, tiba-tiba dia masuk dari Singapura. Singapura ke sini kan bebas visa seperti itu. Itu agak rumit gitu," katanya.

Yang jelas, Mahfud memastikan bahwa pemerintah sedang bekerja melakukan upaya tersebut dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dipercaya sebagai penjurunya. Mengenai pemblokiran paspor eks WNI ISIS, Mahfud menegaskan bahwa semua yang teridentifikasi ISIS akan mendapatkan tindakan yang sama, yakni paspornya diblokir.

"Pokoknya semua yang teridentifikasi itu paspornya diblokir. Jumlahnya enggak penting. Pokoknya kalau besok ada lagi, ya diblokir lagi. Setiap hari bisa bertambah," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA