Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Raksasa Retail Satu per Satu Berguguran

Rabu 26 Feb 2020 04:04 WIB

Red: Joko Sadewo

Nora Azizah

Nora Azizah

Foto: istimewa
Loyalitas konsumen terhadap merek ternama kian dipertanyakan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Nora Azizah*)

Akhir tahun lalu, Mothercare membawa kabar cukup mengejutkan. Retail ternama di dunia untuk produk pakaian anak ini tak mampu lagi bertahan dengan persaingan bisnis. Berdasarkan laporan terakhir dari media Inggris, sebanyak 79 gerai Mothercare ditutup.

Bangkrutnya Mothercare tentu saja mengejutkan bagi dunia. Pasalnya, ibu mana yang tak kenal merek global ini? Hampir setiap calon ibu pasti pernah masuk ke gerai Mothercare.

Namun, kepopuleran ternyata tak bisa menyelamatkan bisnis yang saling sikut. Mothercare sudah tak sanggup menutupi kerugian yang menimpanya. Lelah untuk bangkit, Mothercare memilih kibarkan bendera putih.

Tidak hanya Mothercare, beberapa ritel yang bergerak dibidang fashion dan aksesori raksasa dunia juga gulung tikar. Jenama retail pakaian Forever 21 juga tidak tahan dengan himpitan bisnis. Akhirnya, label ini menjual asetnya.

Forever 21 tergolong masih beruntung. Sejak menawarkan bisnisnya, sejumlah nama berminat membeli. Penawaran yang dilakukan Forever 21 pun berbuah manis.

Tiga perusahaan, yakni Simon Property Group, Brookfield Property Partners, dan Authentic Brands, secara resmi membeli Forever 21. Asetnya dijual seharga kurang lebih Rp 1,1 Triliun.

Hal yang sama juga terjadi pada retail Payless Shoesource. Toko yang menjual ragam merek sepatu ini juga mengumumkan bangkrut pada tahun lalu. Bahkan, kerugian yang dialami Payless tak bisa membuatnya mempertahankan keberadaan toko.

Payless sudah menutup ribuan tokonya di Amerika Serikat (AS) dan Puerto Rico. Tidak hanya itu, toko daring Payless juga resmi ditutup. Pihak Payless menyebut, runtuhnya retail miliknya karena era disrupsi dan tidak lagi sanggup mengejar siklus tren sepatu di dunia.

Ternyata, 2019 bukanlah akhir dari mimpi buruk bagi industri fashion dan aksesori. Seolah menyusul label-label ternama sebelumnya, Victoria's Secret juga dikabarkan akan dijual. Masih dengan alasan yang sama, ekonomi lesu dan kerugian cukup tinggi membuat Victoria's Secret menjual sebagian sahamnya.

Victoria's Secret disebut menjual 55 persen sahamnya pada Sycamore Brands seharga 525 juta dolar AS. Namun, 45 persen saham masih dipertahankan.

Kabar ini tentu saja mengejutkan industri fashion dunia. Pasalnya, Victoria's Secret merupakan jenama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari bisnisnya, Victoria's Secret melahirkan model-model papan atas dunia yang disebut Victoria's Angel.

Sebut saja beberapa nama, seperti Tyra Banks dan Heidi Klum yang pernah menjadi sang Angel. Para 'Muse' ini juga menciptakan daya tarik tersendiri bagi perempuan.

Victoria's Secret juga menjadi label yang diperhitungkan karena memiliki program acara di stasiun televisi. Namun kebangkrutan sudah terhembus setelah programnya tidak lagi tayang. Victoria's Secret seakan tidak lagi populer.

Bangkrutnya para penguasa retail dunia ini seakan menjadi wajah bisnis fashion di masa depan. Pasar seolah tak peduli lagi dengan nama besar atau kualitas barang yang dijual. Loyalitas konsumen juga dipertanyakan.

Buktinya, meski nama besar sudah digenggam cukup lama, label sekelas Victoria's Secret saja bisa runtuh juga. Mothercare yang disebut jadi merek pujaan ibu muda juga tak bisa lagi berkuasa.

Entah berapa pebisnis global lagi yang akan diberitakan gulung tikar. Atau, cukup sampai ini saja?

*) penulis adalah jurnalis republika.co.id

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA