Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Bupati: Warga Kepulauan Seribu Siap Terima WNI Observasi

Selasa 25 Feb 2020 14:57 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi. Gerbang dengan patung penyu di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu.

Ilustrasi. Gerbang dengan patung penyu di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu.

Foto: Republika/Erik PP
Bupati Kepulauan Seribu mengatakan sudah menyosialisasikan dan masyarakat paham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Husein Murad menyatakan warga Kepulauan Seribu siap menerima kedatangan warga negara Indonesia (WNI) yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kelurahan Pulau Kelapa. Sosialisasi, kata dia, sudah dilakukan.

"Tugas saya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat dan semua nya telah paham untuk rencana observasi tersebut," kata Husein dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (25/2).

Husein mengatakan, dirinya bersama instansi teknis terkait, baru selesai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Bupati terus mengimbau agar warga kepulauan seribu untuk menerima mereka sebagai saudara, yang butuh dukungan dari seluruh warga negara di Indonesia.

Sehari sebelumnya, Senin (24/2), Bupati juga mengumpulkan ratusan orang perangkat daerah di kantor bupati dalam rangka sosialisasi program observasi 188 WNI virus Corona di Pulau Sebaru.

Menurut Husein Pulau Sebaru Kecil sudah dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah pusat dan dinilai paling tepat untuk tempat observasi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrano menyebutkan sebanyak 188 WNI bekerja di kapal pesiar World Dream akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Para WNI itu saat ini masih berada di perairan internasional dekat Bintan, Kepulauan Riau karena ditolak bersandar di seluruh negara termasuk Indonesia.

Hasil pemeriksaan kesehatan ekstensif berikut suhu tubuh itu menunjukkan bahwa seluruh kru WNI terbebas dari virus corona, demikian pula seluruh penumpang kapal yang telah meninggalkan kapal pada pelayaran terakhir pada 9 Februari 2020 dari Hong Kong.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA