Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Emil Hadirkan Jabarano di Australia Angkat Kopi Jabar ke Dunia

Jabarano, Sensasi Kopi Asli Jabar Rasa Starbuck

Selasa 25 Feb 2020 23:02 WIB

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) menyeduh kopi untuk dibagikan kepada warga pada Festival Ngopi Saraosna Volume 6 di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) menyeduh kopi untuk dibagikan kepada warga pada Festival Ngopi Saraosna Volume 6 di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Foto: Antara/Novrian Arbi
Selain menikmati cita rasa kopi Jabar, pengunjung kafe pun dapat menikmati budaya.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jabarano Cafe di Australia, Senin (24/2) petang waktu setempat. Kafe ini terletak di 555 Flinders Lane, Kota Melbourne, negara bagian Victoria dan merupakan yang pertama menjual kopi jabar. 

Kopi Jabarano, sebagian besar merupakan jenis arabika namun dengan keunikan tersendiri. Kopi arabika di Jabarano Cafe memiliki tingkat keasaman yang rendah dan agak manis sehingga dapat dinikmati banyak orang. Selain arabika, di Jabarano Cafe juga ada kopi-kopi spesial lainnya yang merupakan kelas premium. 

Ridwan Kamil bertekad untuk terus mempromosikan kopi Jabar di Negeri Kanguru tersebut. Setelah di Melbourne, Pemprov Jabar menargetkan tiga Jabarano Caffe lagi. ''Melbourne ini merupakan yang pertama, kemudian nanti di Sydney, Adelaide dan juga di Perth,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Tidak hanya di Australia, Emil juga menargetkan ada Jabarano Cafe lain minimal di 20 kota besar dunia. Dari pengalamannya keliling dunia, belum ada kafe yang menjual kopi khas Indonesia. ''Jadi mendobrak kevakuman kafe itu dengan menghadirkan Jabarano ini,'' katanya. 

Emil percaya dengan kualitas tinggi dan kekayaan varian yang dimiliki, kopi Jabar dapat diterima dunia. “Ya jadi ada visi yang sederhana, kami ingin kopi  Jawa Barat menjadi juara dalam pasar kopi dunia. Karena kita punya komoditas kopi yang sangat beragam,'' katanya. 

Oleh karena itu, menurut Emil, Pemprov Jabar bertekad memperbesar produksi kopi yang banyak bertebaran di kabupaten dan kota. ''Jadi komoditasnya kita punya dan bagus, tinggal bagaimana produksi serta promosinya,'' katanya.

Menurutnya, salah satu promosinya adalah dengan menghadirkan budaya Jabar dan produk UMKM di Jabarano Cafe.  Selain dapat menikmati citarasa kopi Jabar, pengunjung kafe juga dapat menikmati sajian budaya. “Itulah konsep Jabarano ini,'' kata Emil.

Emil juga menceritakan mengapa diberi nama Jabarano. ''Jadi Jabarano ini sederhana saja, singakatan dari Jabar dan Ano. Ya kira-kira seperti Americano,'' katanya. 

Dari segi produksi, kata dia, Jabarano Cafe akan dijadikan sebuah tempat untuk mengurusi kopi lokal yang hendak masuk pasar luar negeri. Jadi kopi-kopi yang mau ekspor, yang mau masuk ke pasar dunia, harus punya sertifikat. ''Sehingga dengan demikian kopi Jawa Barat akan mendunia dan kesejahteraan petani-petani kopi akan meningkat dan ekspor kita pun akan meningkat,'' katanya.

Emil memiliki obsesi Jabarano Caffe ini memiliki jaringan internasional yang kuat seperti merek - merek dunia lainnya. ''Bisa dikatakan semacam Starbuck, nantinya di setiap kota ada perwakilan kopi Jabar atau Jabarano ini,'' katanya.

Pada acara launching atau showcasing Jabarano Cafe ini, Gubernur ditemani oleh Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal, Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi, serta duta anti kekerasan terhadap wanita dan anak-anak Cinta Laura. 

Turut hadir Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil, Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat, Kepala Dinas Pendidikan Dewi Sartika, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Arifin Soedjayana, serta Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Hendy Djatnika.

Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi mengungkapkan, bahwa bjb salah satu segmentasinya adalah untuk mendukung produk-produk pertanian seperti gula, teh dan kopi. ''Saat ini kami sedang menggalakan pembiayaan ke sektor pertanian. Nah untuk komoditas kopi ini, memiliki potensi yang bagus,'' ungkap Yuddy. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA