Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Anies Minta Pemprov tak Unggah Foto Seremonial Soal Banjir

Selasa 25 Feb 2020 12:38 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Anies minta kantor milik Pemprov disiapkan menjadi lokasi pengungsian warga terdampak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan jajaran pemerintah provinsi (Permprov) untuk tidak mengunggah foto-foto seremonial atau kegiatan kurang penting lainnya. Dia meminta jajaran dinas pemprov Jakarta fokus membantu masyarakat terdampak banjir. "Gunakan grup-grup hanya untuk komunikasi penting dan mendesak," kata Anies Baswedan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/2).

Dia juga meminta agar kantor-kantor milik pemprov disiapkan menjadi lokasi pengungsian warga terdampak. Khusus hari ini, Anies meminta untuk menunda semua pertemuan atau rapat yang tidak mendesak. Dia meminta seluruh jajaran ikut turun tangan membantu penanganan banjir dengan berkoordinasi bersama wali kota wilayah terdampak.

"Wali kota pimpin dan koordinasi seluruh kegiatan di lapangan dengan semua jajaran di wilayahnya. Arahkan jajaran wilayah tak terdampak untuk membantu wilayah terdampak," katanya.

Baca Juga

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan dapur umum, pos kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan makanan siap saji, air minum, alas tidur, toilet umum dan segala kebutuhan lainnya untuk masyarakat. Dia meminta aparat untuk memastikan keamanan warga di tempat tinggal dan di jalanan dari bahaya listrik, pohon tumbang dan lain-lain.

"Bantu kelancaran lalu lintas, bantu mobilitas warga di jalan, amankan transportasi publik serta pastikan warga dan publik mendapat update informasi yang valid secara terus-menerus," katanya.

Seperti diketahui, hujan yang turun mulai Senin (24/2) malam tak pelak merendam beberapa wilayah di Jakarta. Beberapa transportasi publik juga ikut terganggu akibat luapan air tersebut.

Hingga saat ini, kawasan jalan Hayam Wuruk, Taman Sari dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat masih tergenang air. Ketinggian air terpantau sekitar 50 hingga 70 centimeter. Warga terlihat berhamburan keluar rumah akibat banjir tersebut.

Air yang merendam jalananan tak pelak menghambat arus lalu lintas. Kendaraan terlihat antre saat melintas di kawasan tersebut. Kepolisian terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan contraflow.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA