Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Pandangan Ulama Tentang Doa Memasuki Bulan Rajab

Selasa 25 Feb 2020 06:09 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

Pandangan Ulama Tentang Doa Memasuki Bulan Rajab. Foto: Perhitungan bulan Rajab.

Pandangan Ulama Tentang Doa Memasuki Bulan Rajab. Foto: Perhitungan bulan Rajab.

Foto: Republika/Agung Supriyanto/c
Ada doa yang biasa dibaca umat Islam saat memasuki bulan Rajab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada sebuah doa yang biasa dibaca umat Islam sebelum memasuki bulan Rajab. Akan tetapi ada perbedaan pandangan dari pala ulama tentang doa tersebut.

Doa tersebut berbunyi, Allahumma barik lana fi rajaba wasya'bana waballighna ramadhana. Artinya, Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.

Doa tersebut diriwayatkan oleh beberapa ahli hadis. Salah satunya oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Tapi Imam An-Nawawi menilai hadis tersebut statusnya dhaif atau lemah.

Dalam Kitab Al-Adzkar pada bab dzikir-dzikir puasa dituliskan; Kami riwayatkan dalam kitab Hilyatul Auliya dengan sanad yang dhaif, bersumber dari Ziyad An-Numairi dari Anas bin Malik RA. Ia berkata, Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab berkata: Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syaban. Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.

Imam An-Nawawi menilai hadis tersebut dhaif. Ulama lainnya menilai Ziyad An-Numairi yang meriwayatkan hadis tersebut sebagai orang yang munkarul hadits. Ada juga ulama yang berpendapat hadis itu dapat ditulis tapi tidak bisa dijadikan sebagai hujah (dalil).

Hadits tersebut hanya berupa doa dan harapan kebaikan yang tidak ada hubungannya dengan akidah dan ibadah mahdhah. Hadis tersebut memang dinilai lemah, tapi Imam An-Nawawi sepertinya menilai kelemahan hadis itu tidak terlalu parah dengan bukti tetap memasukkan ke dalam kitab Al-Adzkar.

Sebagian ulama menyimpulkan hadis tersebut berstatus lemah, namun tetap bisa diamalkan. Sebab mengamalkan doa seperti dalam hadis itu boleh selama tidak diyakini hadis itu bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Allahu a'lam.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA