Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Definisi Orang Sukses Dinilai Miliki Kecerdasan dan Keimanan

Senin 24 Feb 2020 17:34 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Fakhruddin

Keimanan/Ilustrasi

Keimanan/Ilustrasi

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Era industri 4.0 memang sedikit banyak menutup sejumlah lapangan kerja lama.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR – Meski saat ini manusia Indonesia dihadapkan pada tantangan zaman dan globalisasi, namun hal itu harusnya dimaknai sebagai sebuah peluang. Kesuksesan menghadapi tantangan zaman itu perlu dilandasi dengan keimanan dan kecerdasan.

Ketua Yayasan Pendidikan Institut Agama Islam Nasional (IAI-N) Laa Roiba Nanat Fatah Nasir menyampaikan, era industri 4.0 memang sedikit banyak menutup sejumlah lapangan kerja lama. Namun demikian hal itu bukanlah sebuah ancaman bagi orang-orang yang beriman.

“Orang yang survive (dari tantangan zaman) ini adalah mereka yang memiliki kecerdasan dan keimanan,” kata Nanat kepada Republika di sela-sela acara Pelantikan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana IAI-N Laa Roiba, di Bogor, Senin (24/2).

Dia menjabarkan, faktor sukses dalam menghadapi tantangan zaman pun harus diusahakan. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Alquran Surah Ar-Ra’d penggalan ayat 11 berbunyi: “Innallaha la yughayyiru maa biqaumin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim,". Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,”.

Untuk itu dia mengimbau kepada setiap umat untuk terus berupaya mengubah nasib hidup mereka. Dari yang kurang baik, menjadi nasib yang lebih baik lagi. Di bidang pendidikan dan ekonomi, dia menyebut, perubahan ke arah yang lebih baik dapat diupayakan dari jalur pendidikan.

Untuk itu dia berharap, ke depannya angkatan kerja di Indonesia dapat dipenuhi oleh lulusan-lulusan perguruan tinggi yang memiliki sensitivitas terhadap agama dan bangsa. Pihaknya pun bersyukur, selama 25 tahun perjalanan IAI-N Laa Roiba, terdapat 10 ribu lebih generasi alumni yang mampu dicetak.

“Berawal dari keterbatasan saat didirikan dulu, alhamdulillah kita mampu lahirkan 10 ribu alumni yang sekarang tersebar di berbagai lini. Berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan insya Allah berjiwa religi,” ungkapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA