Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Ketika Galau Fokus Kuliah atau Rintis Bisnis, Ini Kata Pakar

Senin 24 Feb 2020 15:47 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Bisnis

Ilustrasi Bisnis

Foto: Republika/Mardiah
Kuliah dan merintis bisnis sama-sama memerlukan fokus dan perhatian yang besar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Melambungnya tren bisnis beberapa tahun terakhir membuat banyak anak muda usia kuliah kerap berada di landa kegalaun. Yakni, antara fokus melanjutkan kuliah atau mulai merintis usaha.

Para milenial tersebut galau karena tuntutan dunia kuliah saat ini sangat tinggi. Mereka, harus mengikuti banyaknya jumlah mata kuliah dan tugas kuliah yang harus diselesaikan. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk merintis bisnis dari nol juga tidak sedikit.

Menanggapi kondisi tersebut, Co-Founder SEMA EDU & Wakil Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung, Fauzan Kemal Akbar mengatakan, para mahasiswa yang sedang merintis usaha tersebut, akan wajar jika dilanda galau. Menurut dia, jika tidak fokus, bukan keuntungan yang diperoleh, justru kerugian yang didapat. Baik dari sisi finansial, waktu, maupun reputasi bisnis.

Menurut Fauzan, jawaban dari kegalauan tersebut adalah membuat prioritas sesuai dengan porsinya. "Nyari duit atau ilmu? Keduanya sama-sama penting. Apalagi, saat ini tuntutan untuk mencari duit semakin besar, tapi di sisi lain bekal ilmu juga sangat dibutuhkan," ujar Fauzan yang sudah merintis usaha di Bidang Jasa sejak masih kuliah di acara 'Axis Pop Up Campus' di Universitas Widyatama, Bandung, Senin (24/2).

Menurut Fauzan, yang harus dilakukan saat berada di persimpangan tersebut bukan memilih salah satu. Tapi, bagaimana memprioritaskan satu sama lain.

"Jadi, kalau kita masih kuliah, prioritaskan kuliah dan jadikan bisnis sebagai penunjang. Setelah lulus kuliah, barulah jadikan bisnis sebagai prioritas," katanya.

Fauzan menjelaskan, hal yang sangat penting saat menjalankan bisnis sambil kuliah, adalah jangan menunda-nunda menyelesaikan tugas dari kampus. Karena, tugas kampus yang belum selesai justru akan menghambat dan mengganggu jalannya bisnis.

"Saat masih kuliah, pilihlah bisnis yang tidak menyita waktu dan tenaga. Jangan jadikan uang dan keuntungan sebagai target utama. Buat prioritas sesuai porsinya," kata Farhan.

Saat ini, Farhan menjalankan startup yang bergerak di bidang edukasi dan pengembangan karir. Ia sendiri mulai berbinis sejak 2018 di sektor jasa dan bermula dari mengerjakan apapun yang ia nilai bisa menghasilkan uang.

Namun, kata dia, saat ini ia memilih untuk fokus menjalankan startup tersebut dengan pertimbangan bahwa dalam menjalankan bisnis bukan keuntungan yang utama, tapi keberlanjutan usaha.

"Saya optimistis, startup edukasi dan pengembangan karir memiliki prospek yang cerah, apalagi pemerintah saat ini fokus di bidang tersebut," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA