Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Selandia Baru Perpanjang Larangan Masuk dari China

Senin 24 Feb 2020 14:49 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

Foto: TVNZ via AP
Upaya untuk menahan penyebaran virus corona ini diperpanjang delapan hari

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan negaranya memperpanjang larangan masuk kedatangan dari China daratan. Upaya untuk menahan penyebaran virus corona ini diperpanjang delapan hari sehingga totalnya menjadi empat pekan.

Merebaknya virus corona di Italia, Iran dan Korea Selatan memicu meningkatnya kekhawatiran. Virus yang berawal dari Wuhan, China telah menjadi pandemi.

Ardern mengatakan Selandia Baru belum berencana untuk memperluas larangan ke negara-negara lain. "Kami terus fokus pada pusat wabah," kata Ardern, Senin (24/2).

Ia menambahkan kemungkinan besar pada akhirnya virus corona akan tiba di Selandia Baru. Walaupun hingga saat ini belum ada laporkan kasus virus corona di negara itu.

Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson mengatakan jika dampak wabah virus corona menimbulkan resesi ekonomi atau mengguncang perekonomian global. Maka pemerintah akan membantu bisnis-bisnis yang terdampak. Tapi ia tidak memperkirakan hal itu terjadi saat ini.
 
"Jika salah satu dari dua skenario itu terjadi maka penting bagi pemerintah untuk memainkan peran dalam berinvestasi dalam perekonomian untuk mendukung bisnis Selandia Baru dan Kiwi," tambah Robertson. 

Ekspor Selandia baru ke mitra dagang terbesar mereka yakni China telah mengalami dampak virus corona. Hampir seluruh ekspor mulai dari kayu sampai daging dan buah-buahan terancam ditunda atau dibatalkan.

Wabah virus corona sudah menewaskan hampir 2.600 jiwa dan menginfeksi 77.1050 orang. Australia yang juga memberlakukan larangan masuk warga asing yang datang dari China mengatakan warga harus 'menerapkan kehati-hatian yang sangat tinggi' jika berkunjung ke Korea Selatan atau Jepang.

"Semua perkembangan di negara-negara lain sangat mengkhawatirkan," kata kepala Petugas Kesehatan Australia Brendan Murphy di Canberra.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA