Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Pakar Paparkan Dugaan Cepatnya Penyebaran Corona di Kapal

Senin 24 Feb 2020 13:31 WIB

Red: Indira Rezkisari

Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Sebanyak satu per lima dari penumpang Diamond Princess terdata positif virus corona.

Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Sebanyak satu per lima dari penumpang Diamond Princess terdata positif virus corona.

Foto: AP/Jae C Hong
630 penumpang kapal Diamond Princess positif corona dalam waktu dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Inas Widyanuratikah

Jumlah penderita corona di kapal Diamond Princess tercatat cukup tinggi di luar penderita di China. Kritik pun terlontar dari sejumlah pakar mengenai kemungkinan penyebaran corona yang lebih cepat akibat karantina dalam kapal Diamond Princess.

Ahli Mikrobiologi dari LIPI, Sugiyono Saputra, mengatakan penyebaran Covid-19 bisa lebih cepat terjadi di kapal pesiar Diamond Princess. Alasannya, kondisi di dalam ruangan yang tidak terpapar panas membuat ketahanan virus menjadi lebih tinggi.

"Bukti adanya mutasi memang belum ada tapi mengapa penyebaran bisa lebih cepat di situ bisa dikarenakan karena kondisi dalam ruangan jadi orang lebih mudah berkumpul dan ketahanan virusnya jadi lebih tinggi," kata Sugiyono yang juga peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi di Jakarta pada Senin (24/2).

Kemungkinan jika di dalam ruangan, kata dia, dengan faktor kelembaban akan memungkinkan virus bertahan lebih lama. Ditambah juga ketiadaan paparan sinar ultraviolet yang bisa membantu mematikan virus.

Dia tidak memungkiri adanya kemungkinan mutasi dari Covid-19. Tapi hal tersebut memerlukan pembuktian dengan penelitian dan pengujian.

"Kalau bicara mutasi memungkinkan sih iya, tapi buktinya belum ada. Tapi untuk kapal pesiar mungkin lebih ke arah faktor lingkungan," kata dia.

Kementerian Kesehatan mengkhawatirkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess terpapar virus corona mutasi baru. Menurut, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto berdasarkan beberapa referensi termasuk dari World Health Organization menunjukkan ada yang terinfeksi Covid-19 tapi memiliki gejala klinis ringan seperti flu biasa.

Oleh karena itu, menurut Yurianto, WNI yang berasal dari kapal pesiar akan menjalani masa inkubasi lebih panjang dibandingkan 14 hari observasi yang dialami WNI dari Wuhan, China di Natuna.

Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang, sebelumnya dilaporkan memiliki 630 kasus positif Corona. Termasuk 4 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pesiar tersebut.

photo
Penumpang Diamond Princess melambaikan tangan ke penumpang lain yang meninggalkan kapal di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohama, Tokyo, Rabu (19/2). Sebanyak 74 WNI masih berada di kapal Diamond Princess.


Kritik terhadap karantina penumpang dan kru di Diamond Princess akibat corona bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya dokter spesialis penyakit infeksi Jepang, Kentaro Iwata, mengkritik perlakuan pemerintah negaranya dalam menangani penumpang Kapal Diamond Princess. Ia mengatakan pemerintah telah gagal mengikuti protokol dasar.

Dokter dari Rumah Sakit Universitas Kobe itu menyampaikan kritik di akun Youtube miliknya. Sebelumnya, ia juga menghabiskan waktunya sebagai sukarelawan di Dimaond Princess.

Jepang juga telah dikritik terkait penanganan karantina termasuk dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

"Kapal pesiar tersebut sama sekali tidak memadai dalam hal pengendalian infeksi," kata Iwata, dalam video yang kini telah dihapus.

Ia menjelaskan, tidak seorang pun pengontrol infeksi profesional berada di dalam kapal. "Dan tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas pencegahan infeksi sebagai seorang profesional," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara pemerintah Yoshihide Suga mengatakan, staf di kapal tersebut benar-benar dilindungi dari infeksi melalui penggunaan masker dan cuci tangan. Pemerintah telah berulang kali menjelaskan bahwa penanganannya sesuai sebagaimana mestinya.

Iwata menjelaskan, dia secara sukarela membantu para penumpang di dalam karantina. Namun, ia terkejut dengan yang dilihatnya di dalam. Ia menuturkan, tidak ada perbedaan antara zona hijau atau yang terbebas dari infeksi dan zona merah atau yang berpotensi terkontaminasi virus.

Ia mengunggah videonya atas desakan sang istri yang merupakan spesial penyakit menular. "Anda tidak ingin menyembunyikan masalah yang kacau. Kamu harus benar-benar melalkukan sesuatu," kata dia lagi dilansir Reuters.



Penjemputan WNI
Pemerintah Indonesia hingga saat masih bernegosiasi dengan pemerintah Jepang terkait waktu evakuasi WNI di Diamond Princess dan World Dream. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Senin (24/2) memastikan pemerintah akan mengevakuasi seluruh WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess maupun World Dream.

"(Waktu pemulangan WNI di Diamond Princess) Masih negosiasi dengan pemerintah Jepang. Bagaimana supaya warga negara di sana bisa ditangani," kata Muhadjir.

Ia pun menegaskan bahwa penanganan di Diamond Princess harus ditangani dengan hati-hati. "Sudah ada standar. Intinya kita harus tangani satu persatu, dan tadi (arahan) Presiden, kita harus membentuk kemungkinan terjadinya episentrum baru dan kita harus menyelamatkan WNI kita dan Alhamdulillah masih dalam keadaan zero dan harus kita syukuri dan kita jaga," kata Muhadjir.

Seiring dengan berakhirnya masa karantina selama 14 hari pertengahan pekan lalu, Jepang memperbolehkan penumpang kapal Diamond Princess yang tak terinfeksi untuk meninggalkan kapal.

Ratusan orang mulai turun dari kapal tersebut. Proses ini diperkirakan berlangsung beberapa hari.

Total ada sekitar 3.700 orang di kapal, namun yang terinfeksi tidak diperbolehkan meninggalkan kapal. Total ada 620 kasus infeksi virus Covid-19 di Diamond Princess.

Beberapa negara telah atau merencanakan mengevakuasi warga mereka dari kapal itu. Amerika Serikat telah memulangkan 300 orang lebih warganya dari Diamond Princess.

Hingga Senin pagi terkonfirmasi 79.00 orang yang terinfeksi Covid-19 dan 2.469 meninggal serta 23.510 dinyatakan sembuh. Kasus di China mencapai 76.942 kasus, di kapal Diamond Princess mencapai 691 kasus, di Korea Selatan 602 kasus, di Italia 155 kasus serta kasus di 29 negara lainnya.

Baca Juga

photo
Infografis corona jenis baru.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA