Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Sultan Kano Sebut Mengemis tak Dibolehkan dalam Islam

Senin 24 Feb 2020 11:26 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Fakhruddin

Istana Emir Kano

Istana Emir Kano

Foto: cometonigeria.com
Pengemis harus mengarahkan permohonan mereka kepada pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID,KANO -- Emir Kano di Nigeria, Muhammad Sanusi II, mengatakan bahwa meminta-minta sedekah atau mengemis tidak diperbolehkan dalam Islam. Penguasa tradisional yang juga mantan gubernur Bank Sentral Nigeria ini mengatakan hal tersebut dalam Konferensi Nasional tentang Alarammomi (guru Alquran) pada Sabtu lalu.

Dia juga menyatakan, bahwa pengemis harus mengarahkan permohonan mereka kepada pemerintah dan bukan kepada orang-orang di sekitar mereka.

"Mengemis tidak diizinkan dalam Islam dan jika Anda harus meminta sedekah mohon pada pemerintah, bukan individu atau kerabat. Lebih baik bagimu untuk memotong kayu bakar dan menjual untuk mencari nafkah daripada mengemis," kata Emir Kano, dilansir di Sahara Reporters, Senin (24/2).

Emir Kano ini mengatakan, mereka yang meminta-minta bantuan dari individu atau orang lain akan dibangkitkan di hari penghakiman kelak tanpa daging di wajah mereka. Karena itu, ia mengimbau agar pengemis itu meminta bantuan pada pemerintah dan bukan pada kerabat atau orang lain. Sebab, menurutnya, pemerintah lah yang harus bertanggung jawab atas kesejahteraan warga negaranya.

"Individu, kerabat atau tetangga dapat membantu Anda sebagai gerakan kebaikan dan kemurahan hati, tetapi itu tidak perlu. Jadi, mereka yang mengatakan bahwa mengemis tidak dilarang dalam Islam hanya menyesatkan Anda," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ada program seperti transfer tunai dan banyak lainnya yang dapat membantu dalam mengatasi masalah demikian. Karena itu, ia juga mendesak pemerintah agar mempertahankan program transfer tunai dan membuat lebih banyak lagi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA