Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Singkong Jadi Andalan Ekonomi Petani Lebak

Ahad 23 Feb 2020 13:17 WIB

Red: Ani Nursalikah

Singkong Jadi Andalan Ekonomi Petani Lebak.

Singkong Jadi Andalan Ekonomi Petani Lebak.

Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Kebanyakan petani Lebak kembangkan singkong jenis roti dan mentega.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Singkong atau ubi kayu di Kabupaten Lebak, Banten hingga kini menjadi andalan pendapatan ekonomi petani sehingga menyumbangkan kesejahteraan kehidupan mereka.

"Kita terus mengembangkan budi daya tanaman singkong itu," kata Ayub (55 tahun), seorang petani di Desa Cibubur Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Sabtu (22/2).

Pendapatan ekonomi petani dari komoditas singkong bisa meraup keuntungan Rp 30 juta/hektare dengan produksi rata-rata 15 ton/hektare dengan harga Rp 2.000/kilogram.

Produksi singkong di wilayahnya menjadi andalan ekonomi petani karena ribuan hektare tanah milik BUMN, TNI dan perusahaan pengembang di Kecamatan Maja dan Curugbitung digarap masyarakat setempat. Selama ini, dirinya bisa menghasilkan pendapatan Rp 60 juta dari lahan seluas dua hektare.

Produksi singkong itu hingga dipanen selama 10 bulan. Kebanyakan petani mengembangkan ubi kayu jenis roti dan mentega.

Sebab, singkong jenis itu banyak diminati konsumen karena rasanya pulen, gurih, dan kandungan karbohidratnya cukup tinggi. "Kami hari ini panen singkong ditampung tengkulak dengan harga Rp 2.000/Kg dan dipastikan mencapai 15 ton/hektare," ujarnya.

Begitu juga dengan Rohman (45), seorang petani warga Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak. Dia mengatakan kini panen singkong seluas satu hektare dan diperkirakan produksinya mencapai 15 ton.

Saat ini, tanaman singkong miliknya sudah diborong tengkulak Rp 30 juta. "Produksi singkong itu dipasok tengkulak ke sejumlah pasar di Tangerang dan Jakarta," katanya.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Ade mengatakan produksi singkong yang dikembangkan di 28 kecamatan hingga kini menjadikan andalan pendapatan ekonomi petani. Produksi singkong rata-rata mencapai 45.230 ton dari luas tanam 2.539 hektare di areal lahan darat.

Pemerintah daerah mendorong petani terus memperluas pertanian singkong karena permintaan pasar cenderung meningkat. Pasar Tangerang serta DKI Jakarta siap menampung ribuan ton singkong per bulan.

"Kami optimistis produksi ubi kayu dapat mendongkrak ekonomi petani," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA