Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Timnas Basket Belum Diperkuat Pemain Naturalisasi

Ahad 23 Feb 2020 05:05 WIB

Red: Didi Purwadi

Pebasket Indonesia Grahita (kanan) mencoba melewati pebasket Korea Selatan Heo H (kiri) pada pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Pebasket Indonesia Grahita (kanan) mencoba melewati pebasket Korea Selatan Heo H (kiri) pada pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Filipina jauh lebih diunggulkan dari timnas basket Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia akan menjamu Filipina di laga Grup A putaran pertama kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, Ahad (23/2). Indonesia sebelumnya menelan kekalahan 76-109 dari Korea Selatan di laga pembuka Grup A.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengatakan timnas belum akan diperkuat pemain naturalisasi. Dan, menurut Menpora, hal tersebut memiliki sisi positif karena Indonesia bisa melihat kekuatan aslinya.

''Ya, persiapan (melawan Filipina) yang ada saja,'' kata Menpora Zainudin Amali di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/2), seperti dikutip dari Antara. ''Karena, menurut saya, kondisi ini bagus untuk mengetahui kondisi anak-anak aslinya seperti apa, dengan atau tanpa naturalisasi.''

photo
Suasana pertandingan tim Basket Indonesia melawan Korea Selatan pada kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Zainudin sebelum menilai kekalahan Indonesia atas Korea Selatan di laga pembuka Grup A salah satunya karena tidak adanya pemain naturalisasi. Dua pemain naturalisasi, Lester Prosper dan Brandon Jawato, masih absen karena hingga kini tak kunjung mendapatkan Surat Keputusan (SK) untuk bermain.

Namun, Zainudin memastikan bahwa SK tersebut sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Surat tersebut tinggal menunggu persetujuan Komisi III DPR RI.

''Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah tanda tangan, tapi memang prosedurnya harus melalui DPR lagi,'' katanya.

photo
Pebasket Indonesia Wisnu (tengah) mencoba memasukkan bola dengan dihadang pebasket Korea Selatan Hongseok Yang (kanan) dan Jongkyu Kim (kiri) pada pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 antara di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Di atas kertas, Filipina memang jauh lebih diunggulkan dan lebih bagus sebagai tim yang rutin tampil di level Asia. Pada SEA Games 2019 lalu, timnas basket Indonesia mencatatkan kekalahan dengan skor 70-97.

Piala Dunia 2023
Timnas Indonesia memang punya misi lolos ke FIBA Asia Cup 2021 sebagai syarat agar bisa tampil di Piala Dunia Basket 2023. Meski berstatus tuan rumah bersama Filipina dan Jepang, Indonesia tetap tidak bisa langsung tampil di Piala Dunia Basket 2023. 

FIBA mensyaratkan Indonesia harus terlebih dahulu membuktikan kemampuannya dengan lolos ke FIBA Asia Cup 2021. Itu menjadi syarat bagi Indonesia untuk bisa tampil di Piala Dunia Basket 2023.

photo
Pebasket Indonesia Grahita (kanan) mencoba melewati pebasket Korea Selatan Heo H (kiri) pada pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Indonesia tidak hanya harus bisa lolos ke FIBA Asia Cup 2021. Di kompetisi tersebut, Indonesia juga harus bisa membuktikan kekuatannya dengan minimal menempati posisi 10 besar FIBA Asia Cup 2021. Sementara tuan rumah Filipina dan Jepang yang sudah langganan tampil di FIBA Asia Cup, tidak membutuhkan syarat tersebut untuk bisa tampil di Piala Dunia Basket 2023.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA