Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Mensos: Perlu Ada Investigasi Insiden Ratusan Siswa Hanyut

Sabtu 22 Feb 2020 17:49 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah guru dan anggota pramuka melaksanakan doa bersama untuk korban susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman di Alun-alun Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2020).

Sejumlah guru dan anggota pramuka melaksanakan doa bersama untuk korban susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman di Alun-alun Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2020).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Juliari berduka atas insiden yang menimpa ratusan siswa pramuka peserta susur sungai

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan perlu ada investigasi menyeluruh terhadap insiden hanyut ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat (21/2).
"Kami sangat berduka dan tentunya berharap juga ada investigasi yang menyeluruh terhadap peristiwa ini. Mengapa bisa terjadi," kata Juliari seusai menemui orang tua korban di Puskesmas Turi, Sleman, Sabtu (22/2).

Baca Juga

Proses investigasi terhadap kegiatan Pramuka berupa susur sungai berujung maut itu, menurut dia, sepenuhnya akan diserahkan kepada aparat kepolisian. "Kita serahkan saja sama yang berwajib dan teman-teman kepolisian. Mereka sudah pahamlah apa yang harus dikerjakan," kata dia.

Mewakili pemerintah, Juliari menyampaikan duka mendalam atas insiden yang menimpa ratusan siswa. Ia berharap dua korban lain bisa segera ditemukan. "Semoga keluarga kuat dan tabah menerima cobaan ini, kami berdoa untuk anak-anak yang masih dirawat agar kiranya bisa segera pulih kembali. Dua yang masih belum ditemukan semua do'a supaya bisa segera ditemukan," kata dia.

Data Pusdalops BPBD DIY per Sabtu (22/2) pukul 11.45 WIB mencatat total murid yang melakukan aktivitas ini berjumlah 249 murid dengan rincian kelas 7 sejumlah 124 murid dan dan kelas 8 sejumlah 125. Posko mencatat 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka.

Sementara itu, perkembangan terkini murid yang menjadi korban meninggal berjumlah 8 murid dan dua lainnya belum terkonfirmasi. Insiden ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor.

Insiden tersebut terjadi diperkirakan karena arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba-tiba dari hulu sungai. Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA