Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Menristek Lihat Peluang Uniorn di Sektor Pendidikan

Sabtu 22 Feb 2020 17:17 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Menristek menargetkan 3 sampai 5 unicorn lahir tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengharapkan setidaknya tiga perusahaan rintisan bisa menyandang status unicorn. Dia berharap jumlah perusahaan rintisan atau startup yang berada di tingkatan tersebut bertambah.

"Tahun ini kita harapkan ada tambahan tiga sampai lima lagi," kata Bambang saat di acara START Summit 2020 di Jakarta, Sabtu (22/2).

Sementara bagi perusahaan yang sudah masuk golongan unicorn, Bambang mengharapkan mereka mampu naik tingkat lagi menjadi decacorn. Bambang menilai ada peluang di sektor on-demand dan platform dagang, juga sektor pendidikan maupun kesehatan.

Menristek menekankan status menjadi unicorn, decacorn dan seterusnya tidak terjadi secara otomatis. Menurut dia, peningkatan status itu adalah sebuah perjalanan, untuk itu dia memberikan semangat kepada para startup untuk terus berinovasi.

Dia juga meminta perusahaan rintisan untuk mengelola bisnis mereka dengan baik agar tidak tersingkir dari status unicorn. Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan rintisan yang menembus tingkatan unicorn. Perusahaan ini memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar Amerika Serikat, mereka adalah Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan yang terbaru platform pembayaran digital OVO.

Gojek sudah berhasil menembus stratadecacorn, satu tingkat di atas unicorn dengan valuasi minimal 10 miliar dolar AS. Sejak tahun lalu, diperkirakan unicorn baru akan datang dari sektor pendidikan atau kesehatan karena cukup banyak APBN yang digelontorkan terutama untuk sektor pendidikan.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA