Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

10 Ribu Bibit Mangrove Disebar di Pesisir Kaltim

Sabtu 22 Feb 2020 08:30 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Anak-anak di Kampung Inggris Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan Utara.

Anak-anak di Kampung Inggris Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan Utara.

Foto: (foto: Dokumentasi Mangrove Center Graha Indah)
Para istri tentara dan polisi juga terlibat menanam mangrove.

REPUBLIKA.CO.ID,BALIKPAPAN -- Sebanyak 10 ribu bibit mangrove akan ditanam di sepanjang pesisir Kalimantan Timur. Khusus untuk Balikpapan disediakan sebanyak 2.000 bibit yang sebagiannya ditanam di Mangrove Center Graha Indah di Balikpapan Utara.

“Yang tanam anggota kami,” kata Kepala Polda (Kapolda) Kaltim Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Muktiono di Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan, Jumat (21/2).

Bersama dengan Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal Subiyanto, Irjen Muktiono memimpin ratusan anggota polisi dari berbagai kesatuan melakukan kegiatan penanaman tersebut. Menurut Muktiono, kegiatan menanam mangrove ini agenda yang digelar serempak di seluruh Indonesia.

“Kami juga ajak anak-anak SD dan SMP untuk turut menanam. Ini sebagai pendidikan bagi mereka untuk mencintai dan memelihara alam sejak dini,” lanjut Muktiono.

Para istri tentara dan polisi juga terlibat menanam mangrove. Dengan bersepatu boot plastik, para anggota Persit dan Bhayangkari turut turun ke lumpur dan menanam bibit Rhizopora mucronata dan Rhizopora apiculata di lahan kosong dekat dermaga di ujung Jalan Mangrove IV.

Selanjutnya, pengelola Mangrove Center Agus Bei pun menyampaikan, bahwa setelah menanam kegiatan yang paling penting adalah juga memelihara tanaman mangrove tersebut.

“Dengan dipelihara, dirawat, bertambah besar kemungkinan bibitnya untuk tumbuh. Pemeliharaan juga termasuk mengganti bibit yang mati, yang gagal tumbuh dengan bibit baru,” papar Agus.

Agus Bei adalah penerima anugerah Piala Kalpataru karena dedikasinya menanam mangrove di kawasan Graha Indah. Ia menanam mangrove sejak awal tahun 2000an. Dengan pulihnya mangrove di Graha Indah, sejumlah ancaman alami seperti abrasi yang disebabkan pasang-surut air laut, juga terpaan angin kencang, dapat dibentengi oleh barisan mangrove. 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA