Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Tiga Bakal Calon Ketum Hipmi Jaya Telah Daftarkan Diri

Sabtu 22 Feb 2020 01:48 WIB

Red: Budi Raharjo

Ketua Umum Hipmi Jaya Afifuddin Kalla (baju putih).

Ketua Umum Hipmi Jaya Afifuddin Kalla (baju putih).

Siapapun kandidat yang menang akan menggandeng pihak yang kalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga bakal calon ketua umum (balontum) Hipmi Jaya telah mendaftarkan diri ke panitia Musyawarah Daerah XVII Hipmi Jaya. Pendaftaran balontum yang dimulai sejak 23 Januari 2020 ini bakal ditutup pada Ahad (23/2) besok.

Ketua Umum Hipmi Jaya Afifuddin Kalla mengatakan musda akan digelar pada 15-16 April mendatang di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Pemilihan ketua umum periode 2020-2023 akan menjadi agenda besar musda selain laporan pertanggungjawaban pengurus. "Para kandidat ketua umum akan bertanding untuk bersanding," ujar dia di Jakarta, Jumat (21/2).

Nilai 'bertanding untuk bersanding' ujar pria yang akrab disapa Afie Kalla ini sudah ada sejak dulu. Setiap calon boleh bersaing menuju kursi nomor satu Hipmi Jaya di musda, namun setelah itu akan saling bersanding. "Siapapun kandidat yang menang akan menggandeng pihak yang kalah," ujarnya menjelaskan.

Menurut Afie, pemilihan ketua umum Hipmi Jaya memiliki keunikan karena setiap anggota aktif memiliki satu hak suara atau one person one vote. Anggota aktif yang mengikuti musda harus memenuhi sejumlah kriteria seperti berusia di bawah 41 tahun dan minimal sudah terdaftar serta aktif selama enam bulan.

Total terdapat sekitar 5.000 anggota Hipmi Jaya yang 1.500 di antaranya tergolong sebagai anggota aktif. Adapun tiga balontum yang telah mendaftarkan diri adalah Indra Rukman (Ketua BPC Jakarta Pusat), Sona Maesana (Ketua Hipmi Jakarta Selatan), dan Mohammad Alifuddin (fungsionaris Hipmi Jaya).

Ketua Panitia Pengarah Musda Hipmi Jaya Lexyndo Hakim menjelaskan tahapan pemilihan ketua umum selanjutnya. Setelah pendaftaran balontum ditutup, panitia berikutnya akan memverifikasi dokumen setiap calon pada 24-25 Februari. Lantas pada 27 Februari akan diumumkan calon ketua umum hasil verifikasi.

Setelah penetapan calon ketua umum, panitia akan memberikan waktu kampanye kepada para kandidat dimulai pada Maret hingga tujuh hari sebelum pelaksanaan musda. "Selain kampanye, kita juga akan menggelar kuliah umum di tiga perguruan tinggi yang dihadiri para calon ketua umum," papar Lexyndo.

Untuk bisa mendaftarkan diri, setiap balontum harus mendapatkan dukungan minimal 100 anggota. Kali ini Musda Hipmi Jaya mengambil tema "Memantapkan Kaderisasi Hipmi Jaya dan Inovasi yang Berkelanjutan dalam Mewujudkan Pemerataan Ekonomi Ibukota".

Gandeng Pemprov

Afie Kalla berharap siapapun pihak yang menjadi ketua umum akan menggandeng Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan program kerjanya. Terlebih, ibukota akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. "Hipmi Jaya harus ikut memberikan masukan ke Pemprov bagaimana Jakarta ke depannya apakah akan menjadi kota bisnis, pariwisata, atau kota industri," ujarnya.

Afie sendiri mengharapkan Jakarta kelak bisa menjadi kota bisnis seperti New York di Amerika Serikat. Selain itu, pengurus baru juga harus mampu membesarkan dan memperkuat keanggotannya dengan jalan mencetak lebih banyak wirausaha baru.

"Pada periode saya selalu berkunjung ke perguruan tinggi di Jakarta untuk menularkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Alhamdulillah setiap tahun sekitar 300 wirausaha muda masuk Hipmi Jaya," kata Afie.



 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA