Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Kiat Wali Kota Banda Aceh Menumbuhkan Sektor UMKM

Jumat 21 Feb 2020 23:35 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Produk kerajinan UMKM.  (ilustrasi)

Produk kerajinan UMKM. (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan
Mendorong tumbuhnya pelaku usaha dengan membentuk lembaga keuangan mikro syariah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH -- Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banda Aceh ditargetkan sebesar 25 persen atau 3.003 UMKM dari sebanyak 12.012 UMKM di daerah tersebut pada 2019. Pertumbuhan UMKM mengalami tren yang positif, dan membawa dampak ganda bagi perekonomian di daerah berjuluk "Kota Serambi Mekkah".

"Tujuan utama saya dengan pertumbuhan itu adalah untuk menurunkan angka kemiskinan, dan pengangguran di kota tercinta ini," ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Banda Aceh, Jumat (21/2).

Ia mengatakan banyaknya UMKM yang tumbuh dan berdaya saing di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, akan semakin banyak warga setempat yang mendapatkan kesempatan bekerja. "Tahun 2017 jumlah UMKM di Banda Aceh hanya 9.591, tahun 2018 naik menjadi 10.944 dan semakin meningkat pada tahun 2019 menjadi 12.012 UMKM," kata Aminullah yang kini menjabat ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh.

Aminullah yang merupakan seorang ekonom mengaku, pertumbuhan sektor UMKM tidak terlepas dari banyaknya tenaga kerja yang terserap dibanding dengan perusahaan yang beroperasi di Kutaraja atau nama lain Banda Aceh terhitung 1 Januari 1963.

Ia mengklaim, berdasarkan data tahun 2017 kemiskinan di Banda Aceh berada pada angka 7,44 persen, dan mengalami penurunan menjadi 7,22 persen pada 2019. Penurunan tersebut juga diikuti dengan penurunan angka pengangguran dari 7,75 persen selama tahun 2017, dan kemudian pada 2018 menjadi 7,29 persen.

"Ini dampak dari pertumbuhan UMKM, maka angka kemiskinan dan pengangguran di Banda Aceh dapat ditekan dengan terus mengalami penurunan terutama dalam dua tahun terakhir," jelasnya.

Ia juga membeberkan kiat-kiat dalam mendorong tumbuhnya pelaku usaha terutama masyarakat kecil dengan salah satunya membentuk lembaga keuangan mikro syariah, yakni PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS).

"Lewat MMS inilah, kami memberikan modal pembiayaan untuk usaha-usaha masyarakat. Mayoritas yang dibantu adalah usaha mikro dan kecil," katanya.

"Sebelumnya pelaku usaha mikro dan kecil sangat sulit berkembang, karena terjerat rentenir. Mereka harus membayar bunga yang sangat besar. Dari situlah saya tergerak membentuk Mahirah," tutur Aminullah.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus menggandeng berbagai pihak, terutama swasta maupun instansi vertikal agar setiap tahunnya digelar 1000 event di Banda Aceh, baik berskala lokal, nasional maupun internasional.

"Event-event inilah, kami beri kesempatan bagi UMKM semakin banyak. Karena makin banyak event digelar, semakin banyak tamu yang datang ke kota ini. Pastinya mereka bawa uang dan berbelanja di sini, baik untuk makanan, transportasi, penginapan hingga membeli oleh-oleh," kata Aminullah.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA