Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Diawasi Satgas, Klub Liga 1 Jangan Coba Atur Skor

Jumat 21 Feb 2020 22:43 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Didi Purwadi

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya bersama Kepala Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo melakukan rapat pembahasan terkait penggunaan stadion GBLA digunakan saat liga  I 2020, Jumat (21/2).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya bersama Kepala Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo melakukan rapat pembahasan terkait penggunaan stadion GBLA digunakan saat liga I 2020, Jumat (21/2).

Foto: Republika/Fauzi Ridwan
Satgas mengingatkan peserta Liga I 2020 berkomitmen tidak melakukan pengaturan skor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satgas Anti Mafia Bola mengingatkan agar seluruh peserta kompetisi Liga I 2020 berkomitmen tidak melakukan pengaturan skor. Sepanjang liga berlangsung, satgas pusat dan daerah akan memantau dan mengawasi pertandingan.

Kepala Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo, mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan PSSI dan Polri untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang bersih anti suap dan tidak terdapat pengaturan skor. Menurutnya, Satgas Anti Mafia Bola jilid III ini sudah mulai bekerja 1 Februari.

''Tim Satgas akan melakukan pengawasan setiap pertandingan baik di Liga 1, 2 dan 3. Sudah ada 12 Satgaswil Anti Mafia Bola yang dibentuk,'' ujarnya saat berada di Hotel El-Royale, Kota Bandung, Jumat (21/2).

Menurutnya, pihaknya sudah siap untuk melakukan tugas-tugas satgas agar sepakbola lebih baik. Selain penegakan hukum, satgas akan melakukan upaya preventif pencegahan terjadinya pengaturan skor.

''Tugas Satgassus dan wilayah harus betul-betul melakukan monitoring pengawasan," katanya. Selain itu, menyosialisasikan kepada pihak yang terlibat agar menjaga sepakbola Indonesia bersih.

Hendro pun mengungkapkan telah memerintahkan anggotanya untuk menangkap dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan pengaturan skor pertandingan Persikasi Bekasi vs Perses Sumedang. Ia pun memberikan tenggat agar para DPO dapat ditangkap hingga akhir Februari.

Katanya, dalam penanganan kasus, Hendro melakukan pendekatan preventif. Apabila ditemukan praktik pengaturan skor, pihaknya akan melakukan penegakan hukum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA