Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Basarnas Singkronkan Data Siswa Hanyut di Sungai Sleman

Jumat 21 Feb 2020 20:07 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bayu Hermawan

Suasana koordinasi pencarian korban hanyut di Sungai Sempor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2)

Suasana koordinasi pencarian korban hanyut di Sungai Sempor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2)

Foto: Wahyu Suryana/Republika
Basarnas Singkronkan data siswa yang ikut dalam kegiatan susur Sungai Sempor.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) terus mensinkronkan data jumlah siswa SMPN 1 Kecamatan Turi yang mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor, Padukuhan Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman. Sebab, ada enam siswa yang tidak jelas apakah ikut atau tidak dalam kegiatan tersebut.

Kepala Basarnas Kota Yogyakarta, Wahyu Efendi mengatakan dari laporan awal ada 256 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Namun kemudian, pihaknya mendapat laporan ada enam siswa yang dikabarkan izin dan tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Saat ini, Basarnas masih memastikan keberadaan enam siswa ini, apakah benar tidak mengikuti kegiatan atau menjadi korban yang ikut hanyut terbawa arus sungai. "Sisa enam orang, kami belum memastikan apakah ikut hilang. Kami masih mensinkronkan data dari pihak sekolah, kami masih mengkonfirmasi dan men-clear-kan enam orang ini, menjadi korban terbawa arus atau sudah selamat dan pulang ke rumah masing-masing," kata Wahyu di lokasi kejadian.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak lebih dari 200 siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, hanyut terbawa arus deras Sungai Sempor, saat mengikuti kegiatan susur sungai pada Jumat (21/2).

Saat kegiatan dilakukan, hujan deras di sekitar lokasi membuat debit air menjadi jauh lebih deras dari biasanya. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto mengatakan total korban meninggal sejauh ini mencapai lima orang.

Yulianto menjelaskan empat siswa ditemukan dan dibawa ke Klinik Pratama SWA. Inisial SA Kelas 8 asal Sumber Rejo, A Kelas 7 asal Ngentak Tepan, NA Kelas 8 asal Kembang Arum dan L asal Kembang Arum.

"Belum diketahui identitasnya korban di RS Puri Husada, jadi dalam peristiwa ini yang data sementara masuk korban meninggal lima siswa," kata Yulianto, Jumat (21/2).

Ia menekankan, informasi itu merupakan perkembangan situasi sampai 19.00 WIB. Yulianto menambahkan, Polisi turut mengerahkan Tim SAR Sabhara Polda DIY, Polres, Polsek dan SAR Polair.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA