Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Presiden Jokowi: Indonesia Harus Jadi Negara yang Cepat

Jumat 21 Feb 2020 17:08 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog bersama tiga orang pekerja pabrik saat peresmian pabrik Asia Pacific Rayon (APR) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020).

Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog bersama tiga orang pekerja pabrik saat peresmian pabrik Asia Pacific Rayon (APR) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Jokowi menegaskan negara cepat akan mengalahkan negara lambat.

REPUBLIKA.CO.ID, PELALAWAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh rakyat untuk bekerja keras membangun ekonomi. Hal itu agar Indonesia menjadi negara yang cepat untuk unggul dalam persaingan global.

“Karena persaingan kita antarnegara bukan antar kabupaten atau provinsi tapi antarnegara. Negara yang cepat akan mengalahkan (yang) lambat. Bukan negara kaya mengalahkan miskin, bukan besar kalahkan kecil, tapi negara yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Dan kita ingin jadi negara yang cepat,” kata Presiden Jokowi pada peresmian pabrik rayon di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat.

Menurut Presiden, persaingan negara-negara kini makin ketat karena semua negara saling berebut untuk mendatangkan investasi.“Kenapa direbutkan karena yang namanya peredaran uang di sebuah negara semakin banyak beredar, (maka) akan semakin baik pertumbuhan ekonomi dan semakin baik kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Presiden Jokowi.

Pemerintah Indonesia kini terus mendukung terciptanya iklim investasi yang baik untuk dunia usaha dengan memangkas birokrasi dan memperbarui regulasi. Karena menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya ditopang dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Karena masih banyak yang belum tahu bahwa yang namanya APBN tahun ini kurang lebih Rp2.200 triliun plus APBD itu pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 23 persen," ujar Jokowi. 

Artinya, lanjut Presiden, 77 persen pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada dunia dunia usaha.  Ia menambahkan kini Indonesia mulai menunjukan perbaikan dengan sejumlah indikator.

“Negara kita ini sekarang sudah masuk yang namanya G20. Indonesia GDP nominalnya kalau dihitung kita tahu berada di ranking ke-16. Kalau dihitung dengan GDP PPP itu berada di ranking ke-7 dunia. Ini banyak yang nggak ngerti, banyak yang masih mengeluh, tidak bersyukur,” ujar Presiden Jokowi,

Saat Presiden berdialog dengan sejumlah pekerja pabrik rayon, Jokowi juga kembali mengingatkan harapannya agar Indonesia menjadi negara yang cepat. Jokowi menyontohkan kerja cepat itu dengan langsung mencetak foto saat mereka berdialog di atas panggung acara.

“Kita semuanya harus kerja cepat. ini saya tunjukkan, ini belum ada lima menit fotonya jadi. Foto selama di panggung. Enggak ada (hadiah) sepeda tapi foto itu lebih mahal dari sepeda,” kata Presiden Jokowi

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA