Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Penantang Netanyahu di Pemilu Israel Hadapi Penyelidikan

Jumat 21 Feb 2020 11:09 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Pemimpin aliansi politik Blue and White Israel Benny Gantz

Pemimpin aliansi politik Blue and White Israel Benny Gantz

Foto: AP Photo/Sebastian Scheiner
Benny Gantz bersaing dengan Netanyahu di Pemilu Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Jaksa penuntut Israel mengatakan, pihaknya telah membuka penyelidikan kriminal atas penantang utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Benny Gantz. Hal itu semakin memperkeruh kekacauan pemilihan umum di Israel.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (20/2) waktu setempat, kementerian kehakiman Israel mengatakan, polisi Israel akan melakukan penyelidikan kepada Fifth Dimension, perusahaan keamanan siber yang dipimpin Gantz setelah ia pensiun dari tentara. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan pemimpin oposisi Gantz adalah tersangka.

Baca Juga

Partai Blue and White pimpinan Gantz tengah bersaing ketat dengan Partai Likud pimpinan Netanyahu. Pemilihan 2 Maret mendatang akan tiba hanya dua pekan sebelum sidang korupsi Netanyahu juga dimulai.

Dalam laporan terbaru menyoal penyelidikannya, Gantz membantah melakukan kesalahan. Ia menampik tuduhan itu setelah laporan media mengatakan penyelidikan mengenai perjanjian yang diduga dilakukan antara perusahaan Fifth Dimension dan polisi Israel, akan diluncurkan.

"Semua itu terdengar seperti tekanan politik untuk memasukkan hal ini ke dalam agenda publik," kata Gantz kepada Radio Angkatan Darat Israel dikutip Aljazirah, Jumat (21/2).

"Ini sudah diperiksa di masa lalu dan tidak ada kecurigaan kriminal yang ditemukan," ujarnya menambahkan.

Laporan baru itu merupakan tamparan keras bagi Gantz yang mencoba menampilkan citra bersih bagi dirinya di hadapan Netayahu. Setelah pensiun dari tentara, Gantz mengepalai Fifth Dimension, sebuah perusahaan keamanan siber yang mengadakan pembicaraan dengan polisi Israel mengenai penjualan produknya. 

Menurut pengawas keuangan negara Israel sebagai pengawas pemerintah, polisi diduga telah melanggar undang-undang akuisisi dengan membatalkan tender dengan perusahaan. Kementerian Kehakiman Israel mengatakan dokumen dari pengawas keuangan negara sedang diselidiki.

Sementara itu, Netanyahu dituduh melakukan suap, pelanggaran kepercayaan, dan penipuan dalam tiga kasus. Dia dituduh menerima hadiah mewah dari para miliarder dan bertukar bantuan peraturan dengan peran media untuk liputan media yang lebih positif tentang dirinya dan keluarganya.

Namun, Netanyahu juga membantah melakukan kesalahan dan mengklaim tuduhan itu telah dibuat-buat oleh sistem peradilan yang bermusuhan, polisi, dan media untuk menjebaknya.

Israel menggelar pemungutan suara pada 2 Maret. Itu adalah pemungutan suara ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun setelah dua pemilihan pada 2019 berakhir dengan hasil yang tidak jelas. Pemilu ulang digelar karena Netanyahu atau Gantz tidak dapat membentuk pemerintah koalisi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA