Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

AS Berharap Virus Corona tidak Pengaruhi Komitmen China

Jumat 21 Feb 2020 07:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Virus corona jenis baru atau Covid-19.

Virus corona jenis baru atau Covid-19.

Foto: Republika
AS berharap China menjaga komitmennya untuk membeli lebih banyak produk AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pejabat senior pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan Washington berharap wabah virus corona tidak mengganggu China dalam menjaga komitmennya membeli lebih banyak produk-produk AS sesuai dengan perjanjian dagang yang ditanda tangani dua perekonomian terbesar di dunia itu.

Pejabat Kementerian Keuangan AS mengatakan masih terlalu dini untuk membuat prediksi akurat tentang dampak wabah virus terhadap perekonomian global. Tapi kecenderungan itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi China yang turun di kuartal pertama dan rebound dengan tajam.

Pejabat yang tak menyebutkan namanya itu menilai dampak virus terhadap ekonomi dapat lebih buruk bila wabah terus berlangsung. Di sisi lain ia berharap China memenuhi komitmen perjanjian dagang Tahap 1 yang dibuat untuk menghentikan perang dagang.

"Pada tahap ini, kami tidak ada perubahan implementasi Tahap 1, kami masih berharap mereka memenuhi komitmen," kata pejabat tersebut, Jumat (21/2).

Perjanjian yang mulai berlaku pada bulan ini. China berjanji untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS hingga 77 miliar dolar AS pada tahun 2020 dan 123 miliar dolar AS pada tahun 2021. 

Pakar cukup skeptis China mampu memenuhi komitmen yang agresif itu. Tapi surat kabar the Global Times yang kerap berbicara untuk pemerintah China melaporkan China tampaknya akan membeli liquefied natural gas (LNG) AS senilai 10 juta ton walaupun mereka memiliki kelebihan gas.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin akan membahas dampak ekonomi virus corona bersama pejabat keuangan dan bank sentral 20 perekonomian terbesar dunia (G20). Pertemuan ini akan digelar di ibukota Riyadh, Arab Saudi. 

China mengatakan karena wabah virus corona mereka tidak mengirim pejabat bank sentral atau pejabat Kementerian Keuangan dalam pertemuan tersebut. Kementerian Keuangan mengatakan pejabat level yang lebih rendah akan mewakili Beijing.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA