Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Pengakuan Yahudi tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW

Kamis 20 Feb 2020 23:40 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kedatangan Nabi Muhammad SAW diakui Yahudi dan Nasrani ketika itu. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Kedatangan Nabi Muhammad SAW diakui Yahudi dan Nasrani ketika itu. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Kedatangan Nabi Muhammad SAW diakui Yahudi dan Nasrani ketika itu.

REPUBLIKA.CO.ID, Kaum Yahudi di juga telah mengetahui akan adanya kedatangan Nabi Muhammad.  Dari Ubay bin Ka'ab, dia berkata, "Pada saat Tubba' tiba di Madinah, dia singgah di Qanah dan mengirim surat kepada para pendeta Yahudi dan berkata, "Aku akan menghancurkan negeri ini sehingga tak seorang Yahudi pun yang tersisa, sehingga bangsa Arab akan kembali pada agama aslinya."

Baca Juga

Samuk Al-Yahudi berkata dan dia adalah yang paling alim di antara mereka "Wahai Raja, negeri ini akan didatangi seorang yang berhijrah yaitu seorang nabi dari keturunan Ismail. 

Dia dilahirkan di Makkah. Namanya Ahmad. Ini adalah tempat hijrahnya. Rumah yang kau berada pada saat ini akan terjadi di sini peperangan serta pertumpahan darah antara pengikutnya dan musuh - musuhnya."

Tubba'berkata, "Siapa yang akan memeranginya pada hari itu, sedangkan ia adalah seorang nabi seperti yang kalian kira?" Samuk berkata, "Pengikutnya akan mendukungnya dan mereka akan berperang di sini."

Tubba' berkata, "Dimanakah letak kuburnya?" Samuk berkata, "Di negeri ini." Tubba'berkata, "Jika terjadi perang maka siapakah yang menang?" Samuk berkata, "Sesekali kekuasaan ada di pihaknya dan satu kali ada di pihak musuhnya. Di tempat inilah banyak para shahabatnya yang terbunuh.

Mereka tidak dapat membunuhnya di tempat kediaman mereka. Kemudian akhir kemenangan ada di pihaknya. Tak ada seorang pun yang dapat menentang urusannya lagi." Tubba'berkata, "Apakah ciri-cirinya?" Samuk berkata, "Dia tidak pendek dan tidak pula tinggi. Pada kedua matanya terdapat warma merah.

Dia mengendarai onta dan memakai mantel. Pedangnya berada di atas pundaknya. Dia tidak peduli dengan siapa ia berhadapan; apakah itu saudara, sepupu ataupun pamannya sehingga urusannya menjadi menang." Tubba' berkata, "Aku tidak punya jalan pada negeri ini dan kedua tanganku tidak dapat menghancurkannya."

Dia pun pergi menuju ke Yaman. Abdullah bin Salam berkata, "Tubba'belum meninggal sehingga ia membenarkan Nabi Muhammad terhaddap apa yang diberitakan oleh orang Yahudi Yastrib tadi, Tubba' meninggal dalam keadaan Islam."n Ratna Ajeng Tejomukti

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA