Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Bidik Lokasi Wisata Potensial, Parekraf Gandeng BIG

Kamis 20 Feb 2020 22:38 WIB

Red: Hiru Muhammad

Warga dan wisatawan antre naik ke kapal cepat yang akan menuju pulau Nusa Penida menjelang Hari Raya Galungan di Pelabuhan Tribuana, Klungkung, Bali, Selasa (18/2/2020).

Warga dan wisatawan antre naik ke kapal cepat yang akan menuju pulau Nusa Penida menjelang Hari Raya Galungan di Pelabuhan Tribuana, Klungkung, Bali, Selasa (18/2/2020).

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Ini dilakukan demi menyediakan pariwisata yang memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Wishnutama Kusubandio  menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG), demi membidik lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan pariwisatanya.

"BIG ini menjadi bagian yang sangat penting untuk program pariwisata. Ini strategis sehingga pembangunan pariwisata ke depan terancang dengan detail, baik potensi-potensinya, konektifitasnya maupun rawan bencana alamnya," ujarnya saat berkunjung ke kantor BIG di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/2).

Menurutnya, BIG akan mampu memberikan penjelasan yang detail tentang lokasi yang memiliki potensi. Ia juga mengaku akan mendapatkan informasi tingkat kerawanan bencana setiap wilayah tersebut. "Untuk bangun pariwisata lebih komprehensif, begitupun titik rawan bencana yang bisa kita antisipasi agar keselamatan dan keamanan pengunjung bisa kita lakukan sedari awal," terangnya.

Ikhtiarnya ini dilakukan demi menyediakan pariwisata yang memadai. Pasalnya, dari sektor pariwisata, pemerintah akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya serta untuk negara. Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin mengatakan, pascakunjungan Menteri Wishnutama, pihaknya juga sudah siap membuatkan beberapa program, bahkan peta jika ada permintaan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, BIG memiliki banyak peta yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata, seperti peta konektifitas untuk menyambungkan setiap potensi wisata dengan wilayah satu dan lainnya.

"Nah kalau misal Pak Menteri meminta dibuatkan peta konektifitas, kita siap buatkan. Misalnya kalau wisatawan mau ke Jakarta, Bali ataupun Labuan Bajo, itu bisa kita buatkan petanya," kata Hasanuddin.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA