Kamis 20 Feb 2020 22:31 WIB

TikTok Gaet Unpar Untuk Internet Sehat

Mahasiswa diharapkan manfaatkan internet sebagai untuk mendorong perubahan.

Rep: Hartifiany Praisra / Red: Ratna Puspita
Aplikasi Tiktok.
Foto: ist
Aplikasi Tiktok.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Platform video singkat, TikTok, menggaet Universitas Parahyangan untuk berinternet sehat. TikTok yang membawa kampanye #SamaSamaBelajar mempromosikan keselamatan digital dalam berkreasi di media sosial. 

Head of Public Policy TikTok Indonesia Donny Eryastha menyebut mahasiswa yang saat ini juga generasi Z merupakan mayoritas pengguna internet terbesar di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa bisa memanfaatkan platform internet sebagai kegiatan yang mendorong perubahan. 

Baca Juga

"Misi kita menangkap kreativitas agar pengguna TikTok mampu mengepresikan diri mereka masing-masing. Kita bebas kan kampanye seperti apa," kata Donny di Universitas Parahyangan, Kota Bandung, Kamis (20/2).

Donny mengaku mahasiswa bisa memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan positif melalui Internet. Usaha yang dilakukan TikTok adalah menggandeng Unpar membuat workshop dalam menggunakan Internet. 

Donny mengakui TikTok tidak hanya akan berhenti menggaet Unpar. Kedepannya, TikTok akan turut menggaet universitas lainnya di Indonesia. 

"Kita akan gandeng UGM dan Universitas Airlangga. Harapannya kita bisa diterima rekan-rekan mahasiswa dan menerima masukan dalam mendorong kebijakan sosial," kata Donny. 

Perwakilan Pemerintah Jawa Barat Jabar Digital Service Agi Purwa mengakui TikTok bisa menjangkau segala lapisan termasuk akar rumut atau grassroot. Karena itu, TikTok dapat dimanfaatkan pemerintah dalam memberantas berita bohong dan mengklarifikasinya.

"Gap di Jawa Barat itu masih lebar, jadi butuh pendekatan yang kekinian. Harus semakin digalakkan, tampaknya bisa dengan TikTok. Kami belum gunakan TikTok, mungkin ini bisa memanfaatkannya," kata Agi.

Agi mengakui terlalu banyak berita di sosial media tanpa disaring terlebih dahulu. Sehingga diharapkan TikTok bisa membantu cara dalam menyaring berbagai informasi dengan benar.

"Kami di pemerintah provinsi ada unit khusus Jabar Saber Hoax. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia diharapkan masyarakat bisa lebih teredukasi," kata Agi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement