Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Mentan: Pemerintah Terus Berupaya Percepat Swasembada Daging

Kamis 20 Feb 2020 22:00 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen 1000 ekor pedet sekaligus meluncurkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Kabupaten Serdang Bedagai - Sumatera Utara.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan panen 1000 ekor pedet sekaligus meluncurkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di Kabupaten Serdang Bedagai - Sumatera Utara.

Mentan sebut kebutuhan daging 700 ribu ton berbanding produksi 400 ribu ton per tahun

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pemerintah berupaya mempercepat swasembada daging sehingga otomatis menekan angka impor komoditas itu.

Baca Juga

"Saya tidak bisa sebutkan tahun pastinya swasembada daging.Yang pasti memang harus bisa dipercepat," ujarnya di Serdangbedagai, Sumut, Kamis (20/2). Dia mengatakan itu usai acara peluncuran sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan) dan panen pedet (anak sapi) di Serdangbedagai.

Hingga saat ini, katanya, Indonesia memang masih impor daging sapi. Kebutuhan daging sapi nasional sekitar 700 ribu ton per tahun, sementara produksi 400 ribu ton sehingga ada kekurangan 300 ribu ton. Impor sebanyak itu atau setara 1,3 juta ekor sapi hingga 1,7 juta ekor sapi tersebut yang harus dipenuhi peternak.

"Saya berharap Sumut dengan antara lain Serdangbedagai bisa memberi kontribusi besar untuk pencapaian swasembada daging nasional itu," katanya. Dia menegaskan, pemerintah terus menggulirkan berbagai program untuk mengejar swasembada daging, apalagi potensi Indonesia mengembangkan ternak sangat besar.

"Penggunaan dana KUR (kredit usaha rakyat) yang lebih besar untuk disalurkan ke peternak bisa menjadi salah satu solusi untuk mencapai swasembada daging," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu

Dia mengapresiasi keberhasilan Bupati Serdang bedagai, H Soekirman dalam mengembangkan sapi dengan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting maupun Sikomandan. "Keberhasilan itu menunjukkan kemauan yang kuat dan itu yang harus dibangun semua," katanya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Sekda Sumut, Sabrina mengakui Sumut belum surplus daging. Oleh karena itu, katanya, Sumut terus meningkatkan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting yang dimulai tahun 2017 dan dilanjutkan dengan Sikomandan. Program Sikomandan di Sumut, ujar Sabrina sudah menghasilkan anak sapi dan kerbau sebanyak 117.594 ekor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA