Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Adira Finance Targetkan Pertumbuhan 5 Persen

Kamis 20 Feb 2020 18:57 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Hiru Muhammad

ilustrasi. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat melintasi ruas tol dalam kota di Jakarta, Rabu (29/1).

ilustrasi. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat melintasi ruas tol dalam kota di Jakarta, Rabu (29/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tahun lalu pembiayaan mobil baru mengalami penurunan sebesar 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar konsumen kendaraan di Indonesia merupakan konsumen yang membeli kendaraan bermotor secara kredit. Hal ini menjadi peluang bagi Adira Finance dalam menawarkan jasa pembiayaan atau leasing

Setelah tahun lalu total pembiayaan Adira sempat mengalami penurunan, tahun ini, Adira optimistis mampu mencatat pertumbuhan baik dari aspek jumlah nasabah maupun jumlah pembiayaan. Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli mengatakan, tahun ini Adira menargetkan pertumbuhan sebesar 5 persen.

"Tahun lalu memang mengalami penurunan dibanding 2018. Hal itu terjadi karena memang industri otomotif juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh kondisi politik dan perekonomian," kata kata Hafid dalam peluncuran aplikasi Adiraku di Jakarta pada Kamis (20/2).

Menurutnya, hingga saat ini Adira memiliki nasabah aktif sebanyak 3 juta nasabah. Soal pembiayaan, sepanjang 2019, total pembiayaan yang disalurkan oleh Adira adalah sebanyak Rp 37,9 triliun.

"Pada 2019 kami mengalami penurunan pembiayaan sebesar 1 persen. Tapi dengan strategi yang kami lakukan dan didukung dengan potensi pertumbuhan pasar otomotif, kami optimistis tahun 2020 Adira mampu mencatat pertumbuhan sebesar 5 persen baik untuk total pendanaan maupun jumlah nasabah," ujarnya.

Soal komposisi pembiayaan pada 2019, ia menyebut, dari Rp 37,9 triliun, pembiayaan untuk sepeda motor memberikan kontribusi sebesar 53 persen. Sedangkan pembiayaan untuk kendaraan roda empat atau lebih mencatat kontribusi sebesar 41 persen. Kemudian, sisanya merupakan kontribusi dari pembiayaan barang elektronik dan lain-lain.

Menurutnya, sepanjang tahun lalu, pembiayaan untuk mobil baru mengalami penurunan sebesar 15 persen. Namun, penurunan itu diimbangi dengan peningkatan yang terjadi pada kategori mobil bekas sebesar 6 persen dan sepeda motor sebesar 7 persen.

Selain ingin menjaring nasabah baru, Adira juga ingin meningkatkan pasar dengan memberikan pembiayaan bagi nasabah yang sudah ada. "Jika kami mampu meningkatkan pembiayaan dari nasabah existing, itu artinya kami telah mampu meningkatkan kualitas kredit karena hal ini jadi bukti bahwa nasabah yang sudah ada merupakan nasabah yang layak untuk kembali mendapat pembiayaan dari Adira," ucap dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA