Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Air Danau Singkarak Meluap Genangi Persawahan

Kamis 20 Feb 2020 16:37 WIB

Red: Nur Aini

 Pemandangan Danau Singkarak dari Puncak Bukit Cinangkiak, di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pemandangan Danau Singkarak dari Puncak Bukit Cinangkiak, di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Foto: Febrian Fachri
Air Danau Singkarak meluap akibat tingginya curah hujan dalam satu pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Debit air Danau Singkarak di Jorong Mutiara, Kecamatan Batipuah Selatan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat meluap setinggi dua meter hingga menggenangi areal persawahan, warung, dan rumah warga di pinggir danau tersebut.

Baca Juga

Wali Jorong Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuah Selatan Erianto mengatakan pasang Danau Singkarak diakibatkan tingginya curah hujan sejak satu pekan terakhir.

"Tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan lahan pertanian masyarakat, rumah, dan warung warga di Jorong Mutiara terendam air," katanya di Danau Singkarak, Kamis (20/2).

Ia mengatakan diperkirakan sekitar dua hektare lahan pertanian terendam air dinyatakan gagal panen dan kerugian mencapai puluhan juta berdasarkan takaran dari hasil pertanian di nagari tersebut.

"Kalau hitungan biasanya dari petani hasilnya 215 katidiang, kalau dikalikan dengan harga gabah sekarang satu katidiang itu sekitar Rp 160 ribu, berarti mencapai Rp 34 juta lebih," katanya.

Salah seorang warga di Jorong Mutiara Kecamatan Batipuh Selatan Susi mengatakan meluapnya danau tersebut diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari belakangan.

"Sehingga hujan lebat tersebut membuat debit air danau bertambah dan meluap setinggi dua meter hingga menggenangi rumah dan warung warga," katanya.

Ia mengatakan meluapnya air Danau tersebut juga berdampak terhadap kunjungan ke objek wisata dan ekonomi warga yang ada di daerah tersebut. Biasanya dalam kondisi normal banyak wisatawan berkunjung ke daerah itu sehingga menambah pendapatan dan meningkatkan ekonomi warga.

"Kalau biasanya pendapatan bisa mencapai Rp 300 ribu per hari, sekarang hanya Rp 10 ribu sampai 30 ribu saja per hari," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA