Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

In Picture: Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Kamis 20 Feb 2020 16:20 WIB

Rep: Wihdan Hidayat/ Red: Yogi Ardhi

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Paparan iklan kondensasi susu kental manis di tengah masyarakat selama puluhan tahun menyebabkan 'salah kaprah'. Masyarakat kadung menganggap sebagai 'produk susu' kental manis aman dikonsumsi sebagai mana susu murni. 

Belakangan produsen pun menhapus embel-embel susu pada produnya dan hanya menyebutya sebagai 'kental manis'. Namun itu pun belum cukup. Kesan lama yang terpatri dan produk yang menyerupai susu sebenarnya membuat masyarakat merasa aman.

Muslimat NU DAN Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) mengantisipasi fenomena ini dengan kegiatan Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM.  paparan terkait susu kental manis (SKM) bersama  di Yogyakarta, Kamis (20/2). Pada acara ini Bahasa terkait bahaya mengonsumsi SKM secara berlebihan. Pasalnya, SKM mengandung gandar gula yang tinggi. Sehingga bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi pada waktu yang lama. 

Sumber : Republika

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA