Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Siswa SD Muhammadiyah PK Kota Barat Belajar Sains ke UMS

Kamis 20 Feb 2020 10:31 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang siswa SD melihat cacing kremi dengan alat mikroskop. ilustrasi

Seorang siswa SD melihat cacing kremi dengan alat mikroskop. ilustrasi

Foto: Antara
Siswa mendapatkan materi praktikum pengamatan hewan menggunakan mikroskop.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak  32 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler sains club SD Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Solo mengikuti kunjungan belajar di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada kunjungan belajar kali ini, siswa mendapatkan materi praktikum pengamatan hewan vertebrata dan avertebrata, herbarium, serta pengamatan menggunakan mikroskop.

Sebelum melakukan praktikum siswa dibagi menjadi dua kelompok dan secara bergantian melakukan praktikum didampingi oleh dosen dan asisten dosen. Peserta sains club antusias mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga

Kunjungan langsung ke laboratorium biologi di universitas merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Siswa terlihat sangat bersemangat saat melakukan pengamatan menggunakan mikroskop.

Jika biasanya saat di sekolah mereka hanya menggunakan mikroskop biasa, maka di laboratorium ini mereka bisa mengamati sejumlah preparat basah yang terdiri dari air kran, air kolam ikan, dan air jerami di bawah mikroskop listrik binokuler.

Salah satu peserta sains club, Davin Tegar Prayoga mengaku sangat tertantang dengan kegiatan kunjungan ini. Ia memang termasuk anak yang sangat senang membaca buku-buku pengetahuan yang berhubungan dengan sains.

"Saya sangat senang bisa mengamati sel bawang merah, protozoa, dan plankton dari preparat basah dengan mikroskop binokuler," kata Davin seperti rilis humas SD Muhammadiyah PK Kota Barat yang diterima Republika.co.id pada Kamis (20/2)

Arsyadana, selaku guru pembina sains club mengungkapkan bahwa awalnya kunjungan ini hanya diagendakan untuk pengenalan penggunaan mikroskop binokuler. Namun, pengelola laboratorium memberikan fasilitas materi pengamatan hewan awetan vertebrata dan avertebrata serta tumbuhan awetan atau herbarium.

"Anak-anak sangat antusias karena bisa mengamati menggunakan mikroskop sekaligus belajar cara pengawetan hewan dan jenis-jenis hewan bertulang belakang dan tak bertulang belakang, seperti ular, katak, capung, bintang laut, bahkan awetan kerangka manusia asli," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini untuk membangun kecintaan siswa terhadap dunia sains sejak dini. "Kami berharap dengan kecintaan anak-anak terhadap sains akan membuka wawasan mereka sehingga bisa dikembangkan pada jenjang pendidikan berikutnya, syukur bisa melakukan eksperimen dan penemuan-penemuan yang bermanfaat dalam kehidupan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA