Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Akibat Banjir, Ratusan Hektare Tanaman Padi Tanam Ulang

Kamis 20 Feb 2020 10:13 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ratna Puspita

Sawah di Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sawah di Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Banjir pun menggenangi sawah sehingga membuat tanaman padi menjadi mati.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Banjir melanda sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon sejak beberapa hari terakhir. Banjir pun menggenangi areal persawahan hingga membuat tanaman padi menjadi mati.

Baca Juga

"Akibatnya harus tanam ulang," ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, kepada Republika.co.id, Kamis (20/2).

Tasrip menyebutkan, dari data yang diperolehnya sementara ini, dilaporkan areal sawah yang harus tanam ulang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Cirebon. Yakni, Kecamatan Susukan, Kaliwedi, Gegesik, Kapetakan dan Panguragan.

"Luas areal sawah di lima kecamatan yang harus tanam ulang itu sekitar 525 hektare," terang Tasrip.

Menurut Tasrip, tanam ulang terpaksa dilakukan karena tanaman padi yang masih muda terendam air hingga berhari-hari. Akibatnya, tanaman padi menjadi mati.

Untuk melakukan tanam ulang itu, lanjut Tasrip, para petani dengan cepat saling membantu dengan memberikan persemaian lebihan yang mereka miliki kepada petani yang membutuhkannya. Pemberian itu dilakukan secara gratis.

"Jadi petani yang butuh tinggal nyabut (persemaian), kemudian langsung tanam di swah mereka. Jadi bisa mempercepat tanam, tidak perlu menanam persemaian ulang," terang Tasrip.

Tasrip menambahkan, di antara tanaman padi yang mati itu, ada beberapa yang sudah melakukan pemupukan pertama. Otomatis, mereka harus pula melakukan pemupukan ulang.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, saat dikonfirmasi, mengakui, areal persawahan di Kabupaten Cirebon memang sempat terendam banjir. Hal itu menyebabkan tanaman padi di sejumlah daerah terpaksa harus melakukan tanam ulang.

"Umur tanaman padinya antara 2 sampai 15 hari," terang Ali.

Namun, Ali belum bisa memastikan luas areal tanaman padi yang harus tanam ulang. Sebab, pendataan masih berlangsung. Sejumlah areal yang terendam banjir pun hingga kini ada yang belum surut sehingga belum dapat dipastikan harus tanam ulang atau tidak.

Ali mengatakan, bagi petani yang ikut asuransi pertanian, mereka bisa memperoleh klaim ganti rugi. Namun bagi yang tidak, dia menyatakan akan mengusulkannya agar mereka bisa memperoleh bantuan.

Ali menambahkan, secara keseluruhan, target luas tanam rendeng 2019/2020 di Kabupaten Cirebon mencapai 45.900 hektare. Dari jumlah tersebut, luas tanam yang telah terealisasi sekitar 90 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA