Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Salah Ketik, Pemerintah Sebaiknya Bahas Ulang Omnibus Law

Kamis 20 Feb 2020 07:17 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Jangan sampai ada satu menteri tiba-tiba merasa tidak pernah mengusulkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PKB Maman Imanulhaq mengomentari terkait adanya kesalahan tik dalam pasal 170 draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Menurutnya, pemerintah perlu membahas ulang sebelum dibahas ke DPR. 

Baca Juga

"PKB mengusulkan agar pembahasan ini dibahas kembali diulang secara keseluruhan secara koordinatif," kata Maman, Rabu (19/2).

Selain itu ia berharap presiden mengambil alih pembahasan omnibus law tersebut. Jangan sampai presiden juga merasa kecolongan dan tidak tahu.

"Jadi, tidak boleh ada alasan salah ketik tidak ada alasan tidak pernah baca," ujarnya.

Ia menilai pengakuan pemerintah terkait adanya kesalahan ketik menunjukan bahwa tingkat koordinasi di pembantu presiden tidak terlalu baik. Karena itu, ia berharap omnibus law ciptaker dibicarakan semua kalangan.

"Jangan sampai ada satu menteri tiba-tiba merasa tidak pernah mengusulkan, itu sesuatu yang sangat aneh," tuturnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA