Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Yogyakarta Berharap Insentif Khusus Pariwisata Terealisasi

Rabu 19 Feb 2020 23:16 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sarana Pendukung Pariwisata. Beberapa kendaraan hias kayuh menunggu wisatawan di Alun-alun Kidul, Yogyakarta, Kamis (28/11).

Sarana Pendukung Pariwisata. Beberapa kendaraan hias kayuh menunggu wisatawan di Alun-alun Kidul, Yogyakarta, Kamis (28/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Provinsi DIY dinilai layak mendapat insentif pemerintah pusat di bidang Pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo berharap rencana pemberian insentif khusus pariwisata dari pemerintah pusat terealisasi di daerahnya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara di tengah merebaknya virus Corona.

"Yogyakarta sangat layak mendapatkan insentif khususnya pariwisata itu. Ini akan mendorong iklim pariwisata yang baik," kata Singgih di Kantor Dispar DIY, Rabu (19/2).

Selain memiliki beragam destinasi wisata yang menarik, menurut dia, Yogyakarta selama ini menjadi salah satu tempat yang cocok untuk kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran (MICE) baik oleh instansi pemerintahan maupun swasta.

Dengan memberikan insentif pariwisata, menurut dia, pemerintah semakin memberikan keyakinan kepada para calon wisatawan mancanegara bahwa kondisi pariwisata di Indonesia, khususnya di Yogyakarta aman dari virus Corona."Insentif itu bagian dari subsidi dari pemerintah. Saya kira ini bagus, sebuah strategi meningkatkan kuantitas dan kualitas kunjungan wisata dari pemerintah," kata dia.

Ia mengakui, meski belum signifikan merebaknya wabah virus Corona di China telah berdampak pada kunjungan wisatawan di Yogyakarta. Kendati beberapa pekan lalu virus itu belum ada pengaruhnya bagi pariwisata di DIY, menurut Singgih, saat ini dampak itu mulai terasa mengingat sejumlah negara, termasuk di Asia Tenggara telah meminta warganya meningkatkan kewaspadaan.

Bahkan, Singapura telah menaikkan status travel warning dari kuning menjadi orange akibat virus Corona."Ini berpengaruh terhadap lalu lintas para turis termasuk ke Yogyakarta karena Yogyakarta ini kan penerbangan langsungnya dari Singapura dan Malaysia," kata Singgih.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyambut baik wacana insentif pariwisata dari pemerintah. DIY sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia, bahkan di dunia, menurut dia, layak mendapatkan insentif itu.

 

"Pariwisata itu tidak terbatas, jadi hal itu perlu diterapkan di seluruh Indonesia terlebih DIY, salah satu destinasi unggulan di Indonesia bahkan dunia," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan pemberian stimulus atau intensif bagi industri pariwisata dampak wabah virus Corona akan dibahas dan diterapkan sesegera mungkin.

Wishnutama juga menjelaskan, besaran perhitungan diskon juga masih belum ditetapkan antara 25-30 persen ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia, seperti Bali, Likupang, Sulawesi Utara, Bintan, Batam, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan destinasi wisata lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA