Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Antisipasi Corona, PUPR Soroti Fasilitas Air Bersih

Rabu 19 Feb 2020 15:46 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Mencuci tangan (Ilustrasi). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyoroti fasilitas air bersih untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Mencuci tangan (Ilustrasi). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyoroti fasilitas air bersih untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Air bersih menjadi fokus utama PUPR untuk cegah penyebaran penyakit, terutama corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk mengantisipasi virus corona baru dari Wuhan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyoroti fasilitas air bersih. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga mengatakan khususnya fasilutas air bersih di tempat wisata. 

Baca Juga

"Kita harus tingkatkan kebersihan buat kesehatan. Bicara air bersih dan sanitasi. Tadi diidentifikasi di berbagai tempat wisata masalah kebersihan toilet jadi fokus utama," kata Danis usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) pariwisata di Kementerian Koordinator Bidang Kemartiman dan Investasi, Rabu (19/2). 

Dia menjelaskan untuk mengupayakan hal tersebut, Kementerian PUPR memang yang membangun akses jalan air bersih dan sanitasi. Dia menegaskan jika kesehatan dan kebersihan sudah bisa dijamin namun pencegahan terhadap virus corona tetap harus dilakukan. 

"Identifikasinya kan salah satu daya saing kita itu kurang di kebersihan dan kenyamanan," ujar Danis. 

Misalnya, kata Danis, Kementerian PUPR saat ini tengah menyiapkan insinerator di Labuan Bajo. Selain itu di beberapa daerah juga akan dikembangkan layanan air bersih hingga ke fasilitas toilet. 

"Pasti kita perbaiki teritama toilet publik. Akan kita usahakan lebih bagus. Lalu akses air besihnya sampahnya juga kita perbaiki," tutur Danis. 

Danis menambahkan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan skenario untuk menghadapi dampak dari virus corona. Prediksinya dampak tersebut memiliki pola wktu saat wabah SARS pada 2003 yang bisa tujuh sampai sepuluh bulan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA