Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Situs Matangaji dan Goa Sunyaragi yang Tembus Hingga Makkah

Rabu 19 Feb 2020 17:58 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

 Situs Matangaji yang rusak tertimpa reruntuhan tanah sebuah proyek pembangunan..

Situs Matangaji yang rusak tertimpa reruntuhan tanah sebuah proyek pembangunan..

Situs Matangaji rusak tertimpa reruntuhan tanah sebuah proyek pembangunan.

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Situs Matangaji di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, yang rusak tertimpa reruntuhan tanah sebuah proyek pembangunan, konon tersambung dengan Goa Sunyaragi di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Goa Sunyaragi selama ini dikenal sebagai destinasi wisata di Cirebon. Bebatuan karang laut yang membentuk goa-goa di objek wisata ini telah lama menarik minat publik.

Di balik keindahannya, Goa Sunyaragi menyimpan misteri sampai kini. Sejarah pendirian dan peruntukannya pada era silam telah 'menghantui' masa hingga kini.

Selain misteri pembangunannya yang dibuat dari batu karang Laut Selatan, ada goa yang disebut-sebut menembus hingga Makkah. Namun hanya orang tertentu yang bisa melakukannya.

Misteri lain berupa keberadaan terowongan bawah tanah di atas Goa Sunyaragi. Terowongan itu disebut-sebut pernah dimanfaatkan sebagai jalur pelarian pada masa kolonialisme Belanda.

Budawayan Cirebon, R.Achmad Opan Safari Hasyim menyebut, Situs Matangaji terkoneksi dengan Goa Sunyaragi. Situs yang kini rusak itu menurutnya merupakan pintu keluar dari terowongan bawah tanah pada Goa Sunyaragi.

"Salah satu goa di Goa Sunyaragi itu adalah pintu masuknya. Tembus ke Situs Matangaji," ungkapnya, Selasa (18/2/2020).

AYO BACA : Situs Matangaji di Cirebon Rusak Tertimpa Tanah

Situs Matangaji konon termasuk sesuatu yang dirahasiakan oleh Pangeran Matangaji yang bergelar Sultan V Kasepuhan Cirebon dan bernama asli Sultan Muhammad Sofiudin. Situs Matangaji merupakan petilasan yang diyakini sebagai lokasi bertapa Pangeran Matangaji. Nama lokasi tempat situs itu berada, yakni Kampung Melangse sendiri bukan tanpa kisah di baliknya.

"Kampung Melangse itu ada kisahnya. Langse artinya tirai, itu merujuk pada jalan rahasia yang ada di belakang goa (Goa Sunyaragi)," terangnya.

Terowongan inilah yang menjadi jalan rahasia bagi Pangeran Matangaji. Dia konon pernah memanfaatkannya sebagai jalur pelarian dari tentara Belanda.

Pangeran Matangaji, kata dia, dikenal aktif berjuang melawan penjajah. Perlawanannya terutama lahir akibat praktik ketidakadilan yang diterapkan pemerintah Belanda.

Dia mengatakan, sangat dimungkinkan terowongan bawah tanah itu sendiri kini telah runtuh. Terlebih, saat ini Situs Matangaji bahkan rusak diduga akibat aktivitas pembangunan.

"Situs itu warisan leluhur, tapi sekarang rusak. Sangat disayangkan," ungkapnya.

AYO BACA : Kucing Ditembak hingga Buta, Pecinta Satwa Cirebon Laporkan Pelaku

Whats-App-Image-2020-02-19-at-10-37-57-AM

Goa Sunyaragi. (Ayobandung.com/Fira Nursya'bani)

Dia mendesak otoritas terkait untuk mengembalikan situs tersebut seperti sedia kala. Ancaman pidana bisa dijatuhkan pada perusak mengingat koneksinya dengan Goa Sunyaragi sebagai benda cagar budaya (BCB).

"Situs ini termasuk bangunan cagar budaya karena bagian dari Goa Sunyaragi. Goa Sunyaragi kan sudah ditetapkan sebagai BCB," katanya.

Relasi antara Goa Sunyaragi dan Situs Matangaji diakui pula Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Pemimpin Keraton Kasepuhan Cirebon yang mengelola Goa Sunyaragi dan situs-situs Cirebon lainnya ini bahkan menyebut, Goa Sunyaragi merupakan tempat bersembunyi dan berlindung para pejuang Cirebon di masa kolonialisme.

"Salah satunya Sultan Matangaji," ujarnya.

Dahulu, Goa Sunyaragi merupakan hutan terlarang. Objek ini menjadi tempat beristirahat maupun lokasi berburu.

Selain itu, Goa Sunyaragi dikenal sebagai taman sari bagi putra dan putri Kesultanan Cirebon. Salah satu objek yang menandai pemanfaatan itu berupa keberadaan kolam besar di salah satu halamannya.

Kolam tersebut konon merupakan tempat putri biasa mandi dan bermain air. Kini, baik kolam maupun keseluruhan Goa Sunyaragi menjadi salah satu situs yang paling dilestarikan untuk menjaga eksistensinya.

AYO BACA : Sultan Cirebon Prihatin Thai Tea Lebih Populer dari Teh Poci

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA