Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Peneliti di Australia Gunakan AI untuk Cegah Orang Bunuh Diri

Rabu 19 Feb 2020 10:27 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Peneliti di Australia Gunakan AI untuk Cegah Orang Bunuh Diri. (FOTO: Pixabay)

Peneliti di Australia Gunakan AI untuk Cegah Orang Bunuh Diri. (FOTO: Pixabay)

Proyek akan ungkap tren bunuh diri yang kritis dan titik intervensi potensial.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Tim peneliti dari Monash Univesity dan Turning Point, pusat perawatan kecanduan nasional di Australia, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah upaya bunuh diri seseorang. Proyek ini menerima hibah 1,2 juta dolar Australia yang sebagian berasal dari google AI Impact Challenge 2019.

Adapun model mesin pembelajaran yang menganotasi database catatan klinis ambulans ke dalam kategori seperti upaya bunuh diri, ide bunuh diri, dan cedera diri tanpa bunuh diri. Catatan klinis ambulans adalah sumber data penting untuk membantu menginformasikan upaya pencegahan bunuh diri karena ambulans sering menjadi titik kontak pertama dalam krisis terkait bunuh diri.

Baca Juga: Tingkatkan Konversi Toko Berbasis Kecerdasan Buatan, Kanmo Group Gandeng Capillary Technologies

Menurut universitas, menerapkan model mesin pembelajaran berpotensi menghapus dua pertiga dari pemrosesan data yang dilakukan dalam tugas tersebut. Tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia yang harus menafsirkan setiap catatan klinis paramedis secara individual.

Menerapkan model pembelajaran mesin juga akan menghasilkan identifikasi dan pengkodean data ambulans terkait bunuh diri yang tepat waktu dan hemat biaya, serta kebijakan yang lebih baik dan respons kesehatan masyarakat untuk pencegahan bunuh diri.

"Misalnya, bagaimana insiden melukai diri sendiri dapat berhubungan dengan faktor-faktor lain seperti kekerasan, penggunaan narkoba, dan status sosial ekonomi," kata Monash.

Proyek tersebut akan mengungkap tren bunuh diri yang kritis dan titik intervensi potensial untuk lebih menginformasikan kebijakan dan tanggapan kesehatan masyarakat. Teknologi yang dikembangkan akan menciptakan peluang untuk diadopsi secara internasional.

"Dengan data yang telah dijelaskan oleh model pembelajaran mesin, hasil saat ini sedang disampaikan kepada pembuat kebijakan sehingga mereka dapat meningkatkan respons mereka terhadap masalah terkait bunuh diri," kata universitas.

AI Impact Challenge dikembangkan ketika Google meluncurkan inisiatif AI for Social Good pada Oktober 2018 yang bertujuan mengarahkan sumber daya dan keahlian perusahaan yang luas dalam AI ke proyek-proyek dengan dampak positif pada masyarakat. Inisiatif ini merupakan upaya bersama antara Google.org, cabang filantropi perusahaan, dan insinyur dan peneliti Google.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA