Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

BRI Yakin Bisa Raup Laba Rp 37,8 Triliun pada 2020

Rabu 19 Feb 2020 07:52 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
BRI juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 10-12 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan laba bersih sebesar Rp 37,8 triliun pada tahun ini. Angka ini meningkat 10 persen-11 persen dibandingkan pada tahun lalu.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan meluasnya virus corona telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara global termasuk industri perbankan. “Kita sudah perhitungkan bahwa memang dengan perlambatan ekonomi secara global dan sekarang juga ada bencana yang kita sebut virus korona, sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/2) malam.

Namun, Sunarso menyebut sejumlah kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah seperti Omnibus Law, kebijakan fiskal yang akomodatif dan kebijakan bank sentral akan menahan dampak negatif tersebut.

“Kami sudah memprediksi perlambatan ekonomi akan memengaruhi perseroan namun kita sering menghadapi turbelensi bahkan volatile seperti ini,” jelasnya.

Menurutnya perseroan berupaua menghadapi bagian risk dan manajemen dan melindungi keuangan perubahan. Salah satunya dengan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71.

“Penerapan PSAK 71 akan mengalokasikan dana cadangan dari total laba perseroan, sehingga dana cadangan mampu mengcover perlambatan pertumbuhan ekonomi atau resiko yang mungkin timbul,” ucapnya.

BRI juga menargetkan pertumbuhan kredit 10 persen-12 persen. Simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) 10 persen-12persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) 89 persen-90 persen

Sunarso menambahkan perseroan juga optimis kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih dalam batas aman. Tercatat, NPL perseroan sebesar 2,8 persen pada 2019.

“Kami cadangkan dengan cadangan yang cukup di mana coverage terhadap NPL cadangan kita mencapai 153 persen,” ucapnya.

Menurutnya perseroan berupaya menurunkan angka NPL dengan restrukturisasi penyelesaian kredit. Nantinya akan ada pemilahan nasabah yang mengalami kredit macet, yang akan direstrukturisasi dan yang tidak bisa dilakukan penyelesaian.

"Apabila itu tidak, maka di back end akan lakukan penyelesaian kredit," kata dia.

Menurut Sunarso perseroan juga akan mencari nasabah baru dengan memanfaatkan pinjaman dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR). Adapun target nasabah baru ini berasal dari para pelaku UMKM.

“BRI telah menyiapkan anggaran senilai Rp 102,2 triliun untuk dicairkan dalam bentuk kredit,” ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA