Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Longsor Susulan Landa Sekitar Geopark Ciletuh Sukabumi

Selasa 18 Feb 2020 17:07 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nur Aini

Sejumlah kendaraan melintasi jalur baru Palabuhanratu-Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018).

Sejumlah kendaraan melintasi jalur baru Palabuhanratu-Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Longsor di sekitar Ciletuh membuat jalur lalu lintas tertutup material.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--  Bencana longsor susulan terjadi di kawasan inti geopark Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/2). Dampaknya jalur lalu lintas Loji-Ciwaru tertutup material longsor dan tidak bisa dilintasi.

Baca Juga

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, ada tiga titik longsor baru yang terjadi yakni Bukit Soca dan di sekitar Puncak Dharma, Ciletuh. ''Ada tiga titik longsor baru yang terjadi yakni dua bukit Soca dan satu di dekat Puncak Darma,'' ujar Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Selasa (18/2).

Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan tidak bisa melintas jalur Loji- Ciwaru tersebut. Pada Selasa ini, dikerahkan tiga unit alat berat dari Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi, Dinas PU Jawa Barat, dan BPBD Sukabumi.

Targetnya, kata Eka, pada Selasa sore diupayakan semua material longsor bisa dibersihkan sarana jalan dan dilintasi kendaraan sehingga arus lalu lintas bisa kembali normal. Di sisi lain kata Eka, pada Senin (17/2) petugas gabungan berhasil membersihkan material lumpur di di Jalam Tamanjaya-Palangpang. Sehingga, akses jalan bisa kembali normal.

Sebelumnya, bencana alam melanda sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Ahad (16/2) sore. Dampaknya kejadian itu menyebabkan akses jalan tertutup material longsor dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

''Pada Ahad sebanyak terjadi sebanyak sembilan titik lokasi banjir, delapan longsor, dan satu angin kencang,'' ujar Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna. Wilayah terdampak bencana ada di enam kecamatan yakni Ciemas, Nyalinding, Simpenan, Cisolok, Waluran, dan Jampangtengah.

Menurut Daeng, banjir di Kecamatan Ciemas berada di lima titik. Kelimanya yakni Jalan Cidahon Desa Mekarsakti, Kampung Cimalim Desa Ciemas, Kampung Cipicung Desa Ciwaru, Curug Cimarinjung, dan Kampung Cihuni dan Sidat Desa Ciwaru.

Longsor empat titik di Kecamatan Ciemas yakni Jalan Cipeucang Desa Taman Jaya 2, Cibuti Desa Girimukti, Batu Cakup Desa Ciemas, dan Pasir Muncang Desa Girimukti. Di Kecamatan Jampangtengah banjir tiga titik yakni Kampung Cibogo Desa Cijulang, Kampung Cikaler Desa Cijulang, Kampung Kubangsari Desa Sindangresmi, dan Kampung Batukarut Desa Tanjungsari dan satu longsor di Kampung Rawa Desa Tanjungsari.

Selanjutnya, kata Daeng, di Kecamatan Cisolok terjadi longsor di Desa Sirnaresmi dua rumah rusak. Berikutnya di Kecamatan Nyalindung longsor dua titik di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana dan Kampung Lebakmuncang Desa Bojongsari.

Di Kecamatan Waluran banjir di ruas jalan Waluran-Marelang-Palanpang dan di Kecamatan Simpenan angin kencang di Desa Loji. Bencana ini terjadi setelah wilayah Sukabuki diguyur hujan deras selama berjam-jam pada Ahad.

Menurut Daeng, petugas BPBD sejak Senin pagi telah melakukan upaya penanganan bersama dengan unsur terkait lainnya. Misalnya dengan mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan di kawasan geopark yakni di Kecamatan Ciemas yang dilanda banjir dan longsor sekaligus.

Dari bencana ini belum ada laporan korban jiwa. Sementara, dampak kerugian materiil masih terus didata petugas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA