Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Wow, 17 Kelurahan di Depok Zero Kematian Bayi

Selasa 18 Feb 2020 16:39 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Agus Yulianto

Bayi meninggal - ilustrasi

Bayi meninggal - ilustrasi

Foto: blogspot.com
Sinergi dan dukungan dari seluruh elemen menjadi faktor keberhasilan penurunan AKB.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terus berupaya menurunkan angka kematian bayi (AKB). Pada 2019, di 17 kelurahan di Kota Depok, sudah tidak ditemukan lagi ada kasus kematian bayi 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, tidak adanya kasus kematian bayi tersebut didorong sinergisitas antara pemangku kepentingan di wilayah bersama tenaga kesehatan dan kader PKK. Tentu dengan rutin melakukan pemantauan dan pendampingan kepada ibu hamil.

photo
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita (Foto: Dok Dinkes Kota Depok)

"Ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan dari seluruh elemen di wilayah," ujar Novarita di Balai Kota Depok, Selasa (18/2).

17 kelurahan yang sudah tidak ditemukan kematian bayi yakni kelurahan Kelurahan Pasir Putih, Kelurahan Pengasinan, Kelurahan Bedahan, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, dan Kelurahan Pondok Terong. Selanjutnya, Kelurahan Cilodong.

Lalu, Kelurahan Tugu, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Harjamukti, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Tapos, Kelurahan Jatijajar, Kelurahan Cilangkap, Kelurahan Tanah Baru, serta Kelurahan Kukusan.

"Upaya menurunkan AKB di Kota Depok ini harus terus dilakukan, seperti dengan melakukan pemantauan kepada ibu hamil untuk terus mengonsumsi makanan yang sehat untuk tumbuh kembang anak. Juga dengan pertolongan pelayanan kesehatan yang tepat kepada ibu yang akan melahirkan," kata Novarita.

Dia menambahkan, perhatian dan pendampingan harus terus diberikan kepada ibu hamil agar tidak terjadi kematian bayi. "Dengan begitu, angka kematian bayi maupun ibu dapat terus menurun," tandas Novarita. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA