Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Ar-Risalah Al-Jamiah, Menggali Sendi-Sendi Agama (2)

Selasa 18 Feb 2020 14:14 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Kitab ar risalah al jamiah.

Kitab ar risalah al jamiah.

Foto: Tangkapan layar
Kitab Ar-Risalah Al-Jamiah mempelajari dasar-dasar Agama Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjelaskan dalam buku ini yang cukup menarik adalah tentang bagaimana cara menjaga hati dari maksiat. Apalagi, menjaga hati dari perbuatan maksiat adalah sesuatu yang diwajibkan bagi setiap orang Islam.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya di dalam badan ini terdapat sekerat daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh badan, dan jika dia rusak, maka rusaklah badan. Sesungguhnya ia adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, maka umat Islam wajib menjaga hatinya dari perbuatan maksiat. Di antara maksiat hati yang harus dihindari adalah meragukan keberadaan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa dari rahmat Allah, sombong terhadap hamba Allah, dan riya’.

Maksiat hati lainnya adalah ujub atau berbangga diri, iri hati dan dengki, melakukan maksiat terus menerus, kikir, berprasangka buruk terhadap kepada Allah dan makhluk-Nya, dan mengecilkan sesuatu yang besar di sisi Allah. Berbagai macam maksiat hati tersebut dijelaskan satu per satu di dalam buku ini.

Selain harus menjaga hatinya dari perbuatan maksiat, setiap umat Islam juga wajib hukumnya menjaga tujuh anggota badannya. Ketujuh anggota badan tersebut adalah perut, lisan, mata, telinga, tangan, kaki, dan kemaluan.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku ini, Al-Imam Abdullah bin Alwi al Hadda berkata, “Sesuatu yang terpenting bagi seorang yang beriman adalah mewaspadai hati dan anggota badannya serta merawat keduanya. Bersungguh-sungguh dalam menjaga keduanya dan mencegahnya dari hal-hal yang dimurkai dan cibenci oleh Allah, dan mengfungsikan keduanya untuk hal-hal yang disukai dan diradhai Allah”.

Ketujuh anggota badan tersebut wajib dijaga lantaran kelak di akhirat akan ikut mempertanggungjawabkan semua yang diperbuat manusia di dunia. Dalam Alquran, Allah befirman: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu kelak akan ditanya (dipertanggungjawabkan).” (QS. Al-isra: 36).

Dalam surat An-Nur ayat 24, Allah juga menegaskan: “Di hari (saat) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Manusia memang dianugerahi oleh Allah anggota badan yang lengkap, seperti perut, mulut, mata, telinga, tangan, kaki, kemaluan, dan tubuh secara keseluruhan. Namun, berbagai macam anggota badan tersebut juga bisa berbuat maksiat, yang dijelaskan satu per satu dalam buku ini.

Seperti halnya maksiat perut. Menurut penulis, yang termasuk maksiat perut diantaranya, memakan harta riba, meminum segala sesuatu yang memabukkan, memakan harta anak yatim, dan segala hal yang diharamkan Allah dari makanan dan minuman.

Allah dan rasul-Nya telah melaknat pemakan harta riba, dan siapapun yang mendukung seseorang untuk memakan harta riba tersebut. Selain itu, Allah juga melaknat peminum arak dan siapapun yang mendukung seseorang untuk meminumnya, begitu juga para penjualnya.

Sendi-sendi agama Islam yang terkandung di dalam buku ini dapat memberikan manfaat kepada umat Islam yang ingin menambah wawasan ilmu agamanya. Namun, sebagaimana buku terjemahan dari kita kitab berbahasa Arab lainnya, beberapa kalimat dalam buku ini mungkin kurang mudah untuk dicerna.


DATA KITAB:

Judul : Ar-Risalah al-Jami’ah; Fiqih Praktis Seputar Ibadah

Judul Asli : ad-Dalalah an-Nafi'ah 'Ala Ma'aniy ar-Risalah al-Jami'ah Wa at-Tadzkirah an-Nafi'ah

Penulis : Syeikh Shaleh bin Mathran Bukairan Ba Ma'bad

Penerjemah : Husin Nabil

Penerbit : Putera Bumi

Tahun Terbit: Cetakan I, Agustus 2015

Tebal : 159 Halaman

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA