Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

115 Drum Limbah Radioaktif Dipindahkan

Selasa 18 Feb 2020 12:11 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Esthi Maharani

Petugas Kesatuan KBR (Kimia Biologi Radioaktif) Gegana Mabes Polri bersama petugas PTKMR (Pusat Teknologi Keselamatan Meteorologi Radiasi) mengukur paparan radiasi di area terpapar di Perumahan Batan Indah, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2).

Petugas Kesatuan KBR (Kimia Biologi Radioaktif) Gegana Mabes Polri bersama petugas PTKMR (Pusat Teknologi Keselamatan Meteorologi Radiasi) mengukur paparan radiasi di area terpapar di Perumahan Batan Indah, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Setelah limbah radioaktif dipindahkan, tingkat paparan radiasi nuklir semakin menurun

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Proses pembersihan zat radioaktif penyebab radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), kembali dilakukan Selasa (18/2). Hingga saat ini sudah ada 115 drum berisi tanah terkontaminasi radioaktif yang dipindahkan.

"Hasil proses clean up sampai hari kelima, kita sudah mengumpulkan lebih dari 100 drum, tepatnya 115 drum. Kita bawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan untuk proses lebih lanjut," kata Kepala Biro Humas dan Kerjasama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara di lokasi pembersihan, Selasa (18/2).

Menurut Heru, seiring dipindahkannya zat Cesium (Cs) 137 itu dan tanah yang terkontaminasi, tingkat paparan radiasi nuklir yang ada semakin menurun. Luas area terpapar pun semakin kecil.

"Sehabis clean up akan dilakukan mapping kembali. Kalau toh itu misalnya masih ada paparan signifikan, kita akan teruskan (pembersihan)," ujar Heru.

Setelah paparan radiasi menurun, lanjut Heru, barulah pihaknya akan melakukan proses remediasi atau mengembalikan kondisi lokasi penemuan zat radioaktif seperti sedia kala. "Artinya mungkin ada pohon yang ditebang, kita ganti pohon yang baru dan lain-lain," katanya.

Paparan radiasi nuklir ditemukan oleh pihak Bapeten di Perumahan Batan Indah pada akhir Januari lalu. Setelah dilakukan penyelidikan awal, ternyata terdapat zat radioaktif di sebuah lahan kosong di depan mulut gang Blok I dan J, Perumahan Batan Indah.

Setelah dilakukan pengujian laboratorium, diketahui zat itu adalah Cesium 137. Jenis zat yang bisa menyebabkan kanker bila terkontaminasi tubuh manusia pada kadar tertentu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA