Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Presiden Barcelona Diduga Rusak Reputasi Messi Lewat Medsos

Selasa 18 Feb 2020 11:40 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Endro Yuwanto

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Bintang Barcelona Lionel Messi.

Foto: Sergio Perez/Reuters
Hal ini menyusul kritik tajam Lionel Messi pada manejemen klub beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Presiden FC Barcelona Josep Maria Bartomeu diduga menggunakan jasa perusahaan pencitraan media sosial (medsos) untuk merusak citra pemainnya sendiri, Lionel Messi. Hal ini menyusul kritik tajam Messi pada manejemen klub beberapa waktu lalu.

Dilansir dari International Bussines Times pada Selasa (18/2), Bartomeu dianggap ingin memperbaiki reputasinya usai diserang oleh kritik Messi. Langkah ini sangat disayangkan, mengingat jasa Messi pada La Blaugrana tidaklah sedikit.

Raihan berbagai trofi yang ada di Nou Camp tak lepas dari performa Messi. I3 Ventures jadi perusahaan konsultan medsos yang dikabarkan disewa Bartomeu guna memuaskan hasrat pencitraannya.

Lewat perusahaan itu, muncul meme, komentar, dan postingan negatif Messi di dunia maya. Walau begitu, Barca tetap ogah menjual Messi di tengah isu kepergian sang bintang ke klub lain. Meski, performa Messi musim ini dinilai tak bagus. Bintang Argentina itu mengalami paceklik gol.

photo
Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu

Alhasil, musim ini jadi yang terburuk bagi pemenang gelar Ballon d'Or (Pemain Terbaik Dunia) enam kali tersebut sejak mengalami masalah fisik di musim 2013/2014. Kasus ini juga bermula dari Direktur Olahraga Barca Eric Abidal yang menganggap skuat Barca tidak berusaha maksimal saat dilatih Ernesto Valverde.

Abidal yang juga pernah merumput bersama Messi dinilai melontarkan kritik yang tak pantas. Messi membalas kritik itu dengan menyatakan hanya pemain saja yang benar-benar paham situasi di lapangan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA