Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

The Rent Collector: Dari Balik Gunungan Sampah

Selasa 18 Feb 2020 10:19 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

The Rent Collector

The Rent Collector

Foto: tangkapan layar
Buku ini kisahnya boleh dibilang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Endah Hapsari

Stung Meanchey. Nama sebuah kawasan di Kamboja ini sejatinya bermakna `Sungai Kemenangan'. Namun, jangan membayangkan tempat ini adalah daerah aliran sungai dengan pemandangan indah serta air jernih mengalir yang menawarkan kenyamanan alami.

Sesungguhnya, Stung Meanchey adalah tempat pembuangan akhir sampah kota terbesar di Phnom Penh, malah sebenarnya yang terbesar di Kamboja. Tempat ini menyerupai pegunungan sampah berupa pegunungan yang luasnya lebih dari 100 hektare.

Tumpukan sampah di sini tingginya mencapai ratusan meter. Tumpukan ini dikelilingi oleh lembah-lembah yang terus bergeser dan terhubung seperti jaring laba-laba. Ketika hujan turun, rintik hujan akan meluruhkan timbunan sampah yang membusuk sehingga menyebabkan cairan kotor bercucuran, bercampur, dan tertuang ke aliran air tercemar. Airnya terciprat, kemudian akan mengering dan meninggalkan noda kotor berwarna hitam yang tidak akan hilang selama berhari-hari.

Namun, dari tempat itulah kisah The Rent Collector bermula. Kisahnya terpusat pada sejumlah tokoh utama di antaranya pasangan suami istri Ki Lim dan Sang Ly, teman mereka Lucky Fat, dan sang penagih sewa Sopeap.

Suami istri Ki Lim dan Sang Ly adalah pasangan pemulung yang tinggal di Stung Meanchey. Mereka memiliki seorang anak bernama Nisay yang terus-menerus diare.Kendati berobat, Nisay tak pernah benar-benar sembuh.

Kondisi ini tentu saja sangat dapat diterima akal sehat ketika mereka terpaksa bermukim di tempat pembuangan sampah. Rumah tempat tinggal mereka digambarkan sang penulis sebagai sebuah gubuk berdinding ala kadarnya yang berdiri di atas gundukan kecil dengan posisi sedikit lebih tinggi daripada gubuk-gubuk lain yang berdiri cukup jauh.

Tidak ada bangunan permanen di sana. Bila ada, bangunan itu akan di ro bohkan oleh para pegawai peme rintah atau preman bayaran.Jadi, kerajaan besar Stung Meanchey adalah sebuah benteng pertahanan berbentuk melingkar dan dijaga oleh dinding kastil berupa timah dan kardus.

Bangunan milik Ki dan Sang Ly bukan milik mereka seutuhnya. Mereka menyewa dari pemilik tanah.

Nah, uang sewa mereka ditarik oleh sang penagih uang sewa bernama Sopeap. Dia adalah wanita kasar, mudah marah, dan galak. Sopeap telah lama tinggal di tempat ini. Sesekali dia memulung dan menyimpan sampah, sama seperti yang dilakukan semua orang di Stung Meanchey.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA