Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Wishnutama: Insentif Pariwisata akan Ditetapkan Secepatnya

Selasa 18 Feb 2020 09:00 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Esthi Maharani

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Penyebaran virus corona secara nyata berdampak pada lemahnya sektor pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menuturkan, pemberian insentif untuk industri pariwisata menyusul respons wabah virus corona akan ditetapkan secepatnya. Penyebaran virus corona dari Cina secara nyata berdampak pada lemahnya sektor pariwisata nasional.

Wishnutama mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu untuk bisa menerbitkan kebijakan yang komprehensif serta melibatkan kementerian dan lembaga lain.

Ia menyebut, salah satu alternatif insentif yang diberikan berupa diskon untuk perjalanan wisata ke sejumlah destinasi. Besarannya masih dikaji antara 25-30 persen. Namun belum dijelaskan lebih detail mengenai objek diskon tersebut.

Selain itu, ia pun menjelaskan bahwa akan ada insentif bagi maskapai penerbangan. Insentif bisa berupa diskon landing fee atau harga bahan bakar yang lebih murah. Hal itu sebagai dorongan pemerintah agar maskapai-maskapai penerbangan bisa mengisi kekosongan slot penerbangan di sejumlah bandara di wilayah yang terdapat destinasi pariwisata.

"Minggu ini kita tetapkan, kami masih ada rapat lanjutan. Pemberian insentif ini ke seluruh industri pariwisata, jadi tidak hanya untuk maskapai penerbangan saja," kata Wishnutama dalam keterangan pers, Selasa (18/2).

Wishnutama menegaskan, pihaknya ingin agar berbagai insentif yang diberikan bisa efektif sehingga memberikan dampak positif bagi industri pariwisata. Ia pun meminta kementerian dan lembaga lain ikut memikirkan insentif untuk sektor pariwisata yang bisa diberikan sesuai tugas, pokok, dan fungsi.

"Banyak sekali komponen untuk menyelamatkan industri pariwisata kita," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenparekraf telah bertemu dengan Kementerian Perhubungan dan mengumpulkan 33 maskapai yang beroperasi di Indonesia. Kemenparekraf berencana memberikan bantuan promosi dengan membuat bundled package penerbangan, akomodasi, dan atraksi dengan harga yang kompetitif, bekerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dan juga Travel Agent/Tour Operator (TA/TO). Selain, itu juga akan memberikan bantuan promosi dengan skema joint promotion.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA