Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

BMKG: Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan di Jateng

Selasa 18 Feb 2020 07:58 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

BMKG mengimbau warga Jateng bagian barat dan tengah mewaspadai hujan lebat. Ilustrasi.

BMKG mengimbau warga Jateng bagian barat dan tengah mewaspadai hujan lebat. Ilustrasi.

Foto: Republika/ Wihdan
BMKG mengimbau warga Jateng bagian barat dan tengah mewaspadai hujan lebat

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah bagian barat dan selatan untuk mewaspadai peningkatan intensitas hujan. Peningkatan intensitas hujan itu berpotensi terjadi hingga satu pekan ke depan.

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menyebutkan wilayah Jateng bagian barat dan selatan sekarang sedang berada pada puncak musim hujan. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung hingga Maret 2020.

Selain itu, di atas Jawa pada umumnya sekarang ada daerah belokan angin sehingga pumpunan massa udara lebih banyak di wilayah tersebut. Dengan demikian pertumbuhan awan hujan lebih intensif di daerah belokan angin tersebut sehingga berdampak pada peningkatan intensitas hujan khususnya di wilayah Jateng bagian barat dan selatan.

"Kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan, sehingga di wilayah Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan lebat," katanya.

Lebih lanjut Rendi mengatakan hujan lebat di wilayah Cilacap bagian utara dan tengah serta Banyumas berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari. Sedangkan di wilayah pesisir selatan Cilacap pada malam hingga pagi hari. Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana.

"Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin kencang dan angin puting beliung. Terutama ketika cuaca pada pagi hingga menjelang siang terlihat cerah dan terasa panas terik namun siang harinya muncul awan Cumulonimbus (CB) karena berpotensi memicu terjadinya hujan lebat disertai angin kencang," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA