Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Bill Gates Cemaskan Wabah Virus Corona: Ini Tantangan Besar!

Senin 17 Feb 2020 16:27 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Bill Gates Cemaskan Wabah Virus Corona: Ini Tantangan Besar!!. (FOTO: Reuters/Pierre Albouy)

Bill Gates Cemaskan Wabah Virus Corona: Ini Tantangan Besar!!. (FOTO: Reuters/Pierre Albouy)

Pendiri Microsoft itu menyatakan teknologi dapat membantu mengantisipasinya.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Miliarder dunia sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates baru-baru ini menyinggung soal wabah virus corona. Ia mengatakan bahwa dampak virus corona bisa sangat dramatis, terutama apabila menyebar ke area seperti sub sahara di Afrika dan Asia Selatan.

"Ini merupakan tantangan besar. Kita selalu tahu bahwa potensi wabah yang disebabkan secara alami atau disengaja adalah beberapa hal yang dapat mengganggu sistem kesehatan, ekonomi dan menyebabkan lebih dari 10 juta kematian," katanya dalam sebuah event di Seattle.

Pendiri Microsoft itu menyatakan teknologi dapat membantu mengantisipasinya. Misalnya tool diagnosa yang canggih sampai membuat vaksinnya.

Baca Juga: Para Miliarder Perangi Corona, Bill Gates dan Istri Rela Gelontorkan Triliunan Demi Ciptakan Vaksin

"Kita hampir di puncak, dalam sains, untuk mampu membuat tool yang baik dalam melakukan diagnosa, membuat vaksin untuk menyediakan terapi," cetusnya dikutip dari Geek Wire di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation belum lama ini diketahui telah mengucurkan dana USD 100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk membantu memerangi virus corona, mereka bekerja sama dengan WHO dan otoritas negara.

"Yayasan kami sangat terlibat dalam soal relasi kami dengan pemerintah serta sektor swasta untuk menyediakan sumber daya dan harapannya bisa menangkal wabah ini," tandasnya.

Dana itu ditujukan untuk mendanai teknologi deteksi, isolasi dan perawatan bagi orang yang didiagnosa kena corona. Juga untuk melindungi populasi di negara berkembang, seperti Afrika atau Asia Selatan.

Secara spesifik, USD 20 juta diberikan buat WHO dan otoritas di China, USD 20 juta untuk operasi darurat di Afrika dan Asia Selatan, kemudian sisanya USD 60 juta bakal dialokasikan untuk pengembangan vaksin serta perawatan lebih jitu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA