Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pemerintah akan Berikan Subsidi ke Masakapai

Senin 17 Feb 2020 14:59 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah masih membahas insentif yang dapat diberikan kepada maskapai untuk menghadapi dampak dari virus corona baru.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah masih membahas insentif yang dapat diberikan kepada maskapai untuk menghadapi dampak dari virus corona baru.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Budi mengimbau operator bandara dan maskapai dapat memberikan potongan harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah saat ini masih membahas insentif yang dapat diberikan kepada maskapai untuk menghadapi dampak dari virus corona baru dari Wuhan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana pemerintah akan memberikan subsidi kepada maskapai.

Baca Juga

"Pertama kali pemerintah akan subsidi. Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) setuju nanti diumumkan ada subsidi dari pemerintah langsung," kata Budi Yogyakarta, Senin (17/2).

Dia menjelaskan ada kemungkinan subsidi akan diberikan langsung kepada maskapai. Dengan begitu, Budi menilai paling tidak dengan adanya subsidi yang diberikan pemerintah dapat meningkatkan kembali minat pariwisata.

Budi mengimbau operator bandara dan maskapai dapat memberikan potongan diskon. "Sehingga kegairahan untuk mengisi ruang-ruang yang ditinggalkan turis Cina bisa teratasi," tutur Budi.

Sebab, Budi mengakui secara kualitatif virus korona sangat berdampak kepada sektor pariwisata. Untuk itu, Budi memastikan pemerintah dalam waktu dekat akan segera mengumumkan bentuk subsidi yang akan diberikan kepada maskapai.

"Jadi nanti akan diumumkan insya Allah sudah berlaku satu dua hari ini dengan harga yang lebih murah," ujar Budi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menuturkan okupansi hotel di Bali bahkan sudah terdampak karena antisipasi pencegahan virus korona. “Kalau info perhotelan di Bali sudah ada. Rata-rata saja trennya menurun, booking turun juga kelihatan dari booking online ketahuan infonya,” kata Wishnutama usai diskusi bersama dengan maskapai di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu (12/2).

Sebab, Wishnutama menuturkan hub penerbangan selain dari Cina dan Singapura juga cenderung sepi karena virus korona. Kejadian tersebut memicu wisatawan mancanegara mengurunkan niatnya berwisata.

Wishnutama menuturkan bahkan untuk penghitungan target wisatawan mancanegara akan berubah. “Ini karena ada virus koeona, segala sesuatu jadi berbeda tidak normal lagi keadaannya. Jadi kita menghitungnya harus betul-betul lebih kompleks,” ungkap Wishnutama. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA