Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Bulog Siap Ekspor Beras 100 Ton ke Arab Saudi

Senin 17 Feb 2020 14:07 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Bulog akan mengekspor beras sebanyak 100 ton ke Arab Saudi.

Bulog akan mengekspor beras sebanyak 100 ton ke Arab Saudi.

Foto: Abdan Syakura_Republika
Izin ekspor telah diterbitkan pemerintah dan pihak Arab Saudi sudah setuju pembelian.

REPUBLIKA.CO.ID, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, rencana ekspor beras perdana telah matang. Volume beras yang akan diekspor sebanyak 5 kontainer atau sekitar 100 ton ke Arab Saudi.

Baca Juga

Budi mengatakan, izin ekspor telah diterbitkan pemerintah dan pihak Arab Saudi telah menyetujui untuk membeli beras Bulog. Beras yang diekspor dijual dengan harga komersial atau sesuai pasar. Namun, jumlah tersebut lebih kecil dari rencana semula sebanyak 8 kontainer atau sekitar 160 ton.

"Izin ekspornya memang cuma 5 kontainer. Kita ekspor dalam bentuk kemasan 5 kilogram dan 1 kilogram sesuai permintaan. Itu sudah kita penuhi, minggu ini akan masuk ke sana," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (17/2).

Ia mengatakan, pihaknya telah menjajaki dan menawarkan produk beras Bulog ke sejumlah negara. Hanya saja, memang baru Arab Saudi yang bisa sampai ke tahap kesepakatan. Budi mengatakan, Bulog akan terus mencari negara-negara lain yang membutuhkan pasokan beras.

Ekspor beras ditempuh Bulog untuk bisa membantu memperluas dan mempercepat penyaluran beras yang menumpuk di gudang. Hal itu seiring mulai berkurangnya saluran penjualan beras Bulog setelah program Rastra dihapus. Mayoritas beras Bulog hanya dapat dijual melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Hingga akhir pekan lalu, total stok beras yang masih tersimpan di gudang Bulog mencapai 1,7 juta ton. Setengah dari stok tersebut merupakan beras impor tahun 2018. Adapun, volume penyaluran beras lewat BPNT hingga akhir pekan lalu baru mencapai 21 ribu ton sedangkan melalui KPSH sebanyak 220 ribu ton.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA