Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

87 Drum Limbah Radioaktif Dipindahkan

Senin 17 Feb 2020 11:03 WIB

Red: Esthi Maharani

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (15/2/2020).

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (15/2/2020).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
87 drum berisi tanah dan vegetasi yang terindikasi terpapar radioaktif dipindahkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berhasil memindahkan sebanyak 87 drum berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terpapar radiasi zat radioaktif dari perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (16/2). Pemindahan tanah tersebut merupakan bagian dari upaya pembersihan dari zat radioaktif di atas ambang batas di perumahan tersebut.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara mengatakan upaya pembersihan sudah dilakukan sejak tanggal 11 Februari 2020.

"Setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan warga penghuni Komplek Perumahan Batan Indah, kami mulai melakukan pembersihan untuk membersihkan lingkungan dari paparan radiasi," terang dia dalam keterangan tertulis, Ahad (16/2)

Proses pembersihan terus berlangsung hingga saat ini. Menurut Heru, pada hari pertama (11/02) sebanyak lima drum, hari kedua (12/02) sebanyak 20 drum, hari ketiga (13/02) sebanyak 28 drum, dan hari keempat (16/02) sebanyak 34 drum.

Semua drum tersebut disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif yang berada di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan.

Pada hari keempat (16/2) proses pembersihan berlangsung hingga pukul 14.30 wib dan dihentikan sementara karena turun hujan. Proses pembersihan bahan diteruskan pada hari Senin (17/02) mulai pukul 09.00 WIB. Pekerjaan itu akan terus diusahakan untuk segera selesai dan diharapkan menjadi normal kembali.

Setelah proses pembersihan dihentikan sementara, dilakukan pengukuran terhadap paparan radiasi di sekitar sumber tepatnya di jalan bersebelahan dengan area terpaparnya radiasi. Berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan penurunan tingkat radiasi yang cukup signifikan, oleh karena itu batasan perimeter yang dipasang oleh detasemen Kimia Biologi Radioaktif dipersempit.

Heru berharap, meskipun ada proses pembersihan, masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

"Masyarakat kami imbau untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa, kami akan terus berusaha agar proses pembersihan ini tidak mengganggu aktivitas para warga," imbuh dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA